Tergenang, Warga Minta Penimbunan Makam

Tergenang, Warga Minta Penimbunan Makam
Posted by:

*Reses Anggota DPRD Sumsel Dapil IX di Muba

Lokasi tempat pemakaman umum (TPU) yang ada di Desa Lumpatan, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berada di rawa sehingga selalu tergenang. Warga yang kesulitan setiap hendak melakukan pemakaman, minta kepada pemerintah agar membantu melakukan penimbunan.
Adanya persoalan kondisi tempat pemakaman ini terungkap saat anggota DPRD Sumsel asal Dapil IX (Muba) melaksanakan reses tahap I tahun 2018 pada 27 Maret hingga 1 April lalu. Reses diikuti Ir H Uzer Effendi, MS sebagai koordinator dengan anggota Dra Hj Nurwati Wahab, MM; H.Anwar Hasan, BA; Mardiansyah, SH; dan Srikandi.
Banyak tempat dikunjungi untuk berdialog dengan konstituen guna menyerap aspirasi masyarakat. Di antaranya di pesantren Miftahul Huda Desa Linggo Sari Kecamatan Sungai Lilin kemudian di Kecamatan Tungkal Jaya dan Desa Lais Kecamatan Lais. Lalu dialog dan pertemuan juga digelar di Desa Lumpatan Kecamatan Sekayu kemudian di Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin dan Desa Teladan Kecamatan Sekayu.
Diwawancara usai reses, Koordinator Dapil IX, H.Uzer Effendi mengatakan, sangat banyak aspirasi yang diserap dari masyarakat di Muba. Salah satunya mengenai permintaan agar pemerintah membantu melakukan penimbunan terhadap lahan rawa yang selama ini dijadikan tempat pemakaman umum di Desa Lumpatan, Kecamatan Sekayu.
Kepada anggota Dapil IX, warga di desa ini menuturkan, mereka selalu kesulitan setiap hendak melakukan pemakaman. Pasalnya, mereka harus menimbun rawa dulu dengan luas secukupnya, barulah mereka bisa melakukan pemakaman.
Keluhan lain yang disampaikan warga di desa lain di Muba adalah soal listrik yang sering padam, harga karet yang masih terpuruk, permintaan pengadaan benih padi, bantuan mengoptimalkan produksi sawah, dan sejumlah keluhan terhadap kondisi jalan rusak.
Terhadap aspirasi yang disampaikan, Uzer mengatakan, untuk penimbunan tempat pemakaman akan menjadi prioritas. Luas areal tempat pemakaman itu sekitar setengah hektar dan sebagian kecil memang sudah ditimbun karena sudah dipakai.
“Kami sempat meninjau ke pemakaman itu, memang di rawa, jadi kalau hendak memakamkan jenazah, biasanya kan jenazah diletakkan lalu ditimbun, kalau ini nimbun dulu baru jenazahnya, kemudian ditimbun lagi. Susah memang,” kata Uzer.
Sedangkan untuk masalah harga karet, Uzer mengakui ini merupakan masalah global. Namun demikian hal ini tetap menjadi perhatian karena kehidupan warga menjadi sangat sulit mengingat sebagian besar warga Muba bergantung pada hasil karet.
“Ini memang masalah global, sekarang tinggal bagaimana pemerintah, mulai dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah, mengupayakan agar warga bisa menjual karet setengah jadi atau sudah diolah supaya harganya pun tinggi, bukan sekadar karet mentah yang harganya rendah,” kata Uzer.
Mengenai permintaan bantuan benih padi, Uzer mengatakan, akan ditindaklanjuti dengan berkoordinasi ke pihak terkait. Seperti diakui warga, sebelumnya pernah ada bantuan benih padi namun datangnya benih tersebut tidak pada waktu yang tepat. Seperti, benih baru datang setelah musim tanam sehingga benih yang didapat tidak bisa dimanfaatkan dan akhirnya malah dijual oleh petani.
“Kalau warga Desa Teladan minta bantu mengoptimalkan produksi sawah, ini juga akan diteruskan ke instansi yang berwenang,” kata Uzer.
Sedangkan untuk keluhan listrik byar pet, Uzer mengaku, pihaknya berusaha menjelaskan jika hal ini terjadi karena sedang proses pembangunan SUTET. Diharapkan ke depan, pasokan listrik akan lebih andal sehingga pemadaman tidak terlalu sering.
Terhadap aspirasi jalan rusak, Uzer menjelaskan, akan dipilah mana jalan yang menjadi kewenangan provinsi bisa diperjuangkan di anggaran. Sedangkan jalan yang merupakan kewenangan kabupaten akan diteruskan ke Bupati Muba dan yang merupakan jalan negara akan disampaikan ke pihak terkait.
“Pengamatan kita sendiri, kondisi jalan negara dari mulai Betung sampai Sungai Lilin itu, di beberapa titik sudah rusak dan kalau tidak segera ditangani bisa sangat mengganggu. Ini nanti akan kita koordinasikan dengan Balai Besar Jalan dan Jembatan karena ini jalan negara,” kata Uzer. (del/ADV)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses