Ternyata Dilatari Dendam dan Rebutan Lahan Parkir

Ternyata Dilatari Dendam dan Rebutan Lahan Parkir
Tersangka Mul Saputra dengan tangan terborgol
Posted by:

PALEMBANG – Pascapengeroyokan yang berujung kematian Abdul Kadir Zailani (37), polisi bergerak cepat. Tak lebih dari 1 x 24 jam pelaku penikaman yang menewaskan warga Jalan Cempako Dalam, Lorong Masjid Ikmal, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, berhasil dibekuk.

Ternyata orang yang menyebabkan korban tewas adalah Mul Saputra (37), juru parkir di kawasan Palembang Square (PS), warga Jalan Radial, Lorong Bungur, RT 19/06, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Mul diringkus, Selasa (23/10), sekitar pukul 14.00 WIB.

Sementara, peristiwa berdarah tersebut terjadi, Minggu (22/10), sekitar pukul 13.30 WIB, di Jalan Kapten A Rivai, Lorong Nilam, samping Kantor Pos atau di belakang pusat perbelanjaan baru Transmart.

Dari keterangan Mul, pengeroyokan menyebabkan korban tewas dengan 7 liang tusukan dan sayatan sajam, berawal dari satu jam sebelumnya. Di mana, tersangka Mul terlibat keributan dengan Said, kakak korban. Saat itu, tersangka Mul lagi berdiri di kawasan Transmart, tiba-tiba diserang dengan bacokan oleh Said yang mengenai tangan kanannya.

Kemudian Mul mengaku segera lari untuk pulang mengambil pedang, untuk menyerang balas. Rupaya pelaku Iwan (DPO) dan Tama (DPO) sudah datang kesana. Iwan dan Tama sudah dikasih jukir di sana.

“Pas waktu aku mau keluar lorong, tiba-tiba Tama sama Iwan sudah ngampiri aku. Sudahlah dak usah kesano lagi, lah basah wong itu,” ujarnya menirukan ucapan kedua saudaranya itu. Setelah tahu kejadian itu, tersangka Said ikut lari.

“Aku tidak tahu dia itu adik korban. Aku tidak ada sangkut paut dengan korban. Said itu yang ngapak aku. Aku omongke berani dengan wong dak bersenjato bae. Aku tidak bertemu sama korban. Orang dua yang nyerang korban, Iwan adik kandung aku, dan Tama adik ipar,” bebernya.

“Said itu dendam sama aku. Tangan kanan aku dikapaknya. Itu sebelum korban meninggal. Itu satu jam sebelumnya kejadian. Itu masalah dendam,” ungkap Mul dengan kedua tangan diborgol kepada Palembang Pos.

Kapolsek Ilir Barat I Kompol Handoko Sanjaya SIk didampingi Kanit Reskrim Ipda Ihsan SH menegaskan pihaknya telah mengamankan seorang tersangka yang terlibat dalam tindak pembunuhan.

“Bisa dikatakan para pelaku pengeroyokan ini salah sasaran. Jadi tersangka yang mundur, setelah dianiaya Said karena ada masalah dendam dan parkir. Satu jam kemudian oleh pelaku Iwan dan Tama diserang lebih dulu, tapi bukan mengenai kakak korban, namun korban Kadir yang meninggal di belakang parkiran Transmart,” tegasnya.

“Atas perbuatannya tersebut, tersangka terancam pasal 338 KUHP junto pasal 170 KUHP ayat 2 penganiayaan berat menyebabkan korban meninggal dunia, dengan ancaman 15 tahun pidana penjara,” tegas Handoko Sanjaya. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses