Pembunuh Pasutri di Tanjung Lago Ternyata Anak Angkat Sendiri

Pembunuh Pasutri di Tanjung Lago Ternyata Anak Angkat Sendiri
Dari kiri : Arfan, Hilman dan Eko Irawan
Posted by:

 

Motif Ingin Kuasai Harta

BANYUASIN – Kasus pembunuhan yang menewaskan pasangan suami istri  (pasutri) Ishak (65) dan Darkem (45), warga Afdeling II PT MAS Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, Sabtu (14/07) yang lalu, berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Banyuasin dan Polsek Tanjung Lago.

Rupanya dalang pembunuhan keji tersebut adalah anak angkat korban sendiri, Eko Irawan alias Arnet (26). Eko tidak sendirian. Dia menyuruh dua eksekutor untuk membunuh ishak dan Darkem. Keduanya adalah Hilman Hilaldi (30) dan Arfan (40), warga satu desa dengan korban.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk mengungkapkan hasrat pelaku membunuh korban karena ingin menguasai hartanya. Sebab ada informasi jika korban punya simpanan uang di rumah sebesar Rp 40 juta.

Lalu, pelaku membuat rencana sehari sebelum kejadian, di mana Arnet yang merupakan anak angkat korban sendiri memanggil korban agar membuka pintu. Setelah dibuka, pelaku  melancarkan aksi biadabnya untuk menghabis nyawa korban dengan cara memukul pakai kayu dan senjata tajam.

“Saat ditemukan kedua korban sudah tak bernyawa lagi, di mana Darkem dalam rumah dengan kondisi ditutup kain, seprei dan bantal. Sedangkan Ishak ditemukan jaraknya 300 meter dari rumahnya,” ujar AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, Sik didampingi Kasubag Humas Polres AKP Ery Yusdi dan Kapolsek Tanjung Lago IPTU Kudnadi, saat press rilis di halaman Mapolres Banyuasin, Rabu (8/8).

Selain pelaku mencuri harta korban, Kapolres menyebut selama ini pelaku juga menyimpan dendam terhadap korban yang sehari-hari bekerja di toko sembako miliknya, lantaran sering ditagih dengan kata kasar dan marah-marah kepada pelaku.

“Pelaku ada catatan utang di toko korban, jadi pelaku ketika ingin berhutang lagi tidak diberi sehingga mereka dendam terhadap korban, makanya mereka mencuri,” kata dia

Akibat kejadian itu, barang-barang berharga milik korban dibawa kabur pelaku yang ditaksir nilainya sebesar Rp 40 juta. Sisa dari penjualan harta korban uang Rp 300 ribu berhasil diamankan.

“Satu pelaku yakni Arnet ditangkap di Pagaralam dan kedua rekannya di wilayah Tanjung Lago. Akibat perbuatan pelaku, kini ketiganya harus mendekam di sel Polres Banyuasin. Sedangkan pihaknya masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap pelaku lainnya.Dari lokasi kejadian turut diamankan, sebatang kayu, satu unit Handpone dan beberapa barang milik korban. “Ketiga pelaku dikenakan Pasal 338 Jo 365 ayat 4 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup,” tegas dia

Terpisah, Arnet mengaku jika pencurian itu diawali karena dirinya butuh uang Rp 30 juta untuk nikah sama kekasihnya tapi tidak ada uang. Lalu disarankan oleh Hilman Hilaldi agar mencuri toko korban karena ada informasi jika korban punya uang simpanan sebesar Rp 40 juta.

“Saya melakukan itu terpaksa lantaran butuh uang untuk nikah,” singkat dia. (cw04)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses