Tertantang “Lidah” Jurnalis Asing

Tertantang “Lidah” Jurnalis Asing
Posted by:

Palembang-Menu makanan Asian Games tidak hanya terfokus kepada atlet dan official. Namun kalangan jurnalis juga mendapat layanan konsumsi. Tantangan besar bagi catering adalah “lidah” jurnalis asing.

Kinerja para awak media memang memiliki peran penting dalam menyuksesakan Asian Games 2018. Seperti halnya yang terjadi di Main Press Center (MPC) Jakabaring Palembang. Ratusan pewarta baik lokal maupun nasional sampai media asing menyatu dalam satu gedung selama bergulirnya pesta olahraga terbesar di kawasan Asia itu.

Sulaiha SSos, pemilik Kapapah Jaya Catering yang melayani urusan perut para peliput Asian Games dari berbagai negara Asia ini juga memiliki sejumlah tantangan. Kendati demikian pihaknya meyakini hasil kinerja sudah memuaskan para jurnalis selama kurang lebih dua minggu perhelatan Asian Games 2018 di Palembang.

“Tentunya ini tantangan bagi kami karena ini even besar dan membawa nama bangsa dan negara. Pada umumnya semua sangat puas dengan penyajian sistem prasmanan dan tidak masalah bagi jurnalis asing,” katanya.

Wanita yang akrab disapa Susi jni tidak memungkiri mendapat keluhan dalam menyajikan menu makanan. “Namun selalu kami evaluasi apa yang kurang dan harus kami tambah lagi dalam penyajian makanan,” jelasnya.

Susi mengatakan dalam menyiapkan urusan perut bagi jurnalis sedikitnya ada tiga tantangan. Selain dituntut keamanan pangan dan penyajian higienis, Kapapah Jaya Catering juga menjanjikan menu-menu yang beragam dalam setiap penyajiannya.

“Selain harus hiegienis, konsumsi makanan para jurnalis juga kita pastikan aman dan sudah dapat izin dari dinkes. Disamping itu dalam penyajian kita juga mengutamakan kebersihan. Karena makanan punya limit waktu yakni 6 jam dari tempat kita mengolah sampai ke penyajian,” tambahnya.

Tantangan kedua lanjut Susi adalah masalah selera. “Para jurnalis juga ada dari berbagai negara seperti Jepang, Korea, China dan Singapura dan lainnya yang tentu memiliki selera berbeda dengan lidah orang melayu atau Palembang. Namun mayoritas semua suka dengan menu yang kita sajikan dengan beragam pilihan termasuk wartawan asing yang biasanya sering komplain namun mereka cukup puas,” bebernya.

Sementara salah satu jurnalis Jepang Ken Daichi mengaku sangat suka mengonsumsi masakan Palembang. Bahkan dirinya selalu tidak melewatkan kesempatan ketika berada jam makan di Main Press Center (MPC). “Pulang liputan kami selalu makan disini, pelayanan MPC di Palembang sangat baik, bagi saya tidak ada masalah dengan makanan dan ini pengalaman baru bagi saya untuk mencicipi makanan lokal,” pungkasnya. (kie)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses