Tertinggal, Iri dengan Desa Tetangga

Tertinggal, Iri dengan Desa Tetangga
Keadaan desa perbatasan sudah ada listrik berbeda dengan Desa Siaga Parit, masih gelap gulita. Foto Denni/Palembang Pos
Posted by:

BANYUASIN – Ketertinggalan dalam pembangunan, masih banyak dirasakan di daerah. Seperti warga Desa Siaga Parit, Kecamatan Rambutan, Banyuasin. Kondisi jalan rusak parah dan tidak ada lampu penerang menjadi menu warga, selama ini.
Sedangkan desa tetangganya di perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pembangunan telah dirasakan warga jauh lebih baik.
Pernyataan tersebut diutarakan Bambang warga desa setempat. Menurutnya, jika dibandingkan dengan desa di OKI. Maka tempat tinggalnya, Desa Siaga Parit jauh ketinggalan.
“Lihat saja sendiri, bagaimana jalan, lampu penerang jalan setiap desa di Kabupaten OKI, mulus dan terang benderang. Nah ketika masuk desa kami, jalanan rusak parah dan gelap gulita,” ungkapnya.
  Tentunya, fasilitas minim tersebut berdampak terhadap kehidupan warga.  “Bisa jadi kami sangat iri, jika melihat kehidupan warga tinggal diperbatasan OKI,’’ ujarnya. 
Begitu juga kondisi Desa Durian Gadis, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, nyaris 90 persen lampu penerang mati hingga gelap gulita jika malam hari.
“Tidak tahu kenapa, setiap tahunnya lampu jalan selalu diperbaiki. Tapi setelah itu rusak lagi, ada apa ini?,’’ ujar Budi Aziz kades Desa Durian Gadis.
Dikatakannya, untuk perawatan atau pemeliharaan lampu dengan beban biaya dibebankan 10 persen dari biaya rumah tangga warga disini. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses