Tertunda Setahun, Akhirnya MIN Filial Dibangun

Tertunda Setahun, Akhirnya MIN Filial Dibangun
Para kepala Madrasah MIN, MTsN dan MAN usai rapat mengenai pembuatan sekolah Filial. Foto Rangga/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Tahun 2016, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agamaan Kemenag kota Palembang, bakal berencana membuat sekolah filial (sekolah jauh). Namanya madrasah terpadu khusus Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Palembang yang terletak di area Jakabaring berdekatan dengan MTsN 1 Palembang.
Pasalnya rencana ini sekitar setahun lalu sudah diterapkan oleh MIN 1 Palembang, namun belum mendapatkan dukungan dan izin penuh maka tidak berhasil dilakukan. Akhirnya tahun ini sekolah filial akan direncanakan kepada MIN 2 Palembang. Hal tersebut didukung oleh Kasi Penmad Kemenag Kota Palembang Drs H Untung Gutmir MPd I, bersama Kepala Madrasah se-kota Palembang mengadakan rapat pemantapan persiapan pembangunan lokal jauh MIN 2 Palembang di ruang kepala MAN 1 Palembang.
Saat ditemui diruang kerjanya, Kepala MIN 2 Palembang Budiman Palembang mengatakan memang benar MIN 2 ditunjuk sebagai sekolah filial atau sekolah madrasah terpadu. Kemungkinan akan dibangun berdekatan dengan MTsN 1 Palembang Jakabaring. “Semoga saja pembangunan kompleks Madrasah Terpadu di Jakabaring ini dapat segera terealisasikan agar Pengembangan  MIN 2 Palembang dapat selesai sesuai rencana,” katanya.
Pengembangan Kompleks Madrasah Terpadu di Jakabaring telah direncanakan mulai dari RA, MI, MTs, dan MA. Secara operasional tinggal MIN 2 yang belum membuka kelas, sedangkan MTsN 1 Palembang sudah terlebih dahulu membuka kelas jarak jauh. “Pada prinsipnya sangat mendukung pengembangan madrasah terpadu di Jakabaring, dan pihak MAN 1 Palembang siap menghibahkan sebagian lahannya di bagian belakang yang berdampingan dengan RA Perwanida 4. Oleh sebab itu dukungan para kepala madrasah membuat dirinya memantapkan untuk membangun MIN 2 Palembang,” ungkapnya.
Nanti ada 2 lokal/kelas yang akan dibangun, masing-masing kelas akan diambil sekitar 30 siswa, jadi ada 60 siswa yang akan masuk pada ajaran tahun baru. “Mudah-mudahan saja pembangunan ini lancar tanpa hambatan serta pemerataan Pendidikan Madrasah, dilingkungan masyarakat seberang ulu tidak perlu lagi jauh-jauh lagi memasakan diri untuk menyekolahkan anaknya di wilayah seberang ilir,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses