Testimoni Freddy Ibarat Obat buat Penegak Hukum

Testimoni Freddy Ibarat Obat buat Penegak Hukum
Freddy alias Fredi Budiman.
Posted by:

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsy menilai testimoni terpidana mati Freddy Budiman kepada Koordinator Badan Pekerja KontraS Haris Azhar, ibarat obat untuk jajaran penegak hukum.

Memang, rasanya pahit kalau didengar seperti obat yang tidak enak saat diminum. Namun obat juga diperlukan untuk kesehatan. “Karenanya informasi seperti ini juga bagus untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Namun, kata dia, obat juga harus diminum dengan dosis yang benar, tidak boleh berlebihan. “Tidak boleh juga kurang karena tidak akan mempan mengobati penyakit,” ujarnya. Demikian, ia mengingatkan, informasi dari Haris jangan direaksi berlebihan. Namun, jangan pula didiamkan.

Berikan respons sesuai dengan keperluannya dalam rangka membongkar aparat yang bersekongkol dengan para bandar narkoba. “Benar atau tidak informasinya, maka perlu dilakukan pendalaman. Seperti obat juga, reaksinya baru ketahuan setelah diminum, kalau tidak dicoba kita tidak akan tahu khasiatnya,” ujar dia.

Aboe menilai banyak celah yang disa dijadikan petunjuk untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Misalnya, cerita soal pejabat BNN yang kerap menyambangi Nusakambangan dan melarang pemasangan CCTV. Bisa juga ditelusuri pledoi Freddy. Meskipun susah ditemukan melalui pengacaranya, karena menurut cerita ada petunjuk dalam pledoi tersebut.

Selain itu, bisa pula ditelusuri aliran dana yang selama ini berhubungan dengan Freddy dan jaringannya. “Saya kira aparat penegak hukum lebih pandai soal penelusuran seperti itu. Mungkin langkah awalnya mereka perlu mendapatkan cerita lebih detail dari Haris Azhar,” pungkasnya.

#Buka Penyelidikan

Sedangkan Mabes Polri akhirnya membuka penyelidikan terkait tulisan berjudul Cerita Busuk dari Seorang Bandit yang diekspos Koordinator KontraS, Haris Azhar. Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto membenarkan bahwa Mabes Polri membuka penyelidikan terkait curahan hati dari terpidana mati Freddy Budiman itu.

Namun, Ari mengaku, saat ini Bareskrim bukan pihak yang bergerak menyelidikinya. “Kalau penyelidikan pastilah. Tapi ada fungsi pengawasan yang diemban oleh Divisi Propam dan Irwasum. Adanya informasi itu pastinya dari dua fungsi pengawasan itu akan melaksanakan penyelidikan,” kata Ari di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/8).

Penyelidikan itu sendiri dibuka oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Penyelidikan dibuka untuk mengonfirmasi kebenaran dari informasi dalam tulisan tersebut. “Saat ini tidak ada rencana (Bareskrim). Kalau ada buktinya kami panggil nantinya. Sekarang bertahap,” tegas Ari.

Terpisah, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyatakan, pengakuan Fredi Budiman tentang adanya aliran uang dari bisnis narkoba ke petinggi Badan Narkotika Nasional (BNN) dan petinggi Mabes Polri tak bisa dibiarkan begitu saja.

Fadli menegaskan, pengakuan Fredi yang disampaikan ke Koordinator KontraS Hariz Azhar soal aliran uang haram ke penegak hukum harus diusut meski gembong narkoba kelas kakap itu sudah dieksekusi mati. “Itu bisa jadi petunjuk awal untuk menelusuri jaringan narkoba di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan Fredi Budiman,” kata Fadli di gedung DPR Jakarta, Senin (1/8).

Politikus Gerindra itu menambahkan, bila oknum-oknum itu bisa ditelusuri dan diungkap, maka jaringan Fredi juga bisa dihentikan. Sebab, kata Fadli, kematian pria asal Surabaya itu belum membuat jaringannya ikut mati. “Fredi boleh mati tapi jaringan tetap ada. Ini kenapa harus diungkap,” jelas Fadli, yang mengaku kaget saat tahu pengakuan Fredi pada Haris Azhar beredar secara viral.

Meski demikian Fadli menyayangkan Haris yang baru mengungkap pengakuan Fredi setelah eksekusi mati. Sebab, andai pengakuan itu diungkap saat Fredi masih hidup, tentu bisa dikonfirmasi langsung ke gembong narkoba asal Surabaya itu.

Namun demikian Fadli tetap meminta pengakuan Fredi ditelusuri. Sebab, jangan sampai hal itu justru menambah ketidakpercayaan masyarakat kepada penegak hukum. “Meski yang bersangkutan sudah tidak ada, harus ditelusuri dan diteliti kebenarannya. Atau ini akan jadi tanda tanya besar di masyarakat. Harus ada klarifikasi dari pihak polri, BNN dan pihak yang terindikasi terlibat,” pungkasnya. (fat/mg4/jpnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses