Tetap Dituntut Seumur Hidup

Tetap Dituntut Seumur Hidup
Posted by:

Tuntutan JPU Kasus Pembunuhan Iskandar

MUBA – Sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Iskandar yang terjadi Rabu 7 Juli 2013, yang dilakukan terdakwa Abdullah Rusik, (32) Indra Atmaja, (33) dan Dobi Sugara, (23), kemarin kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Sekayu.
Sidang kali ini beragendakan mendengarkan pembacaan replik atau tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap pledooi (pembelaan) yang dilakukan para terdakwa. Dalam replika tersebut, JPU Yoki Adrianus SH, Badul Harris Augusto SH dan Reza Oktavianus SH, menyatakan tetap pada tuntutan sebelumnya yakni hukuman penjara seumur hidup terhadap ketiga terdakwa.
“Kami tetap pada tuntutan yang telah dibacakan sebelumnya (hukuman seumur hidup,Red),” ujar JPU, Reza di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Anisa Bridigestirana SH. Menurut Reza, ketiga terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan Primer yakni Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Sedangkan penasehat hukum ketiga terdakwa, Zainal Arifin SH, dalam dupliknya, tetap pada peldooi atau pembelaan. Terungkap dalam dakwaan JPU, perbuatan yang dilakukan ketiga terdakwa terjadi pada Rabu (7/7/) 2013 sekitar pukul 18.00 WIB, di Dusun II Desa Bintialo Kecamatan Batang Hari Leko Kabupaten Muba (di rumah korban). Pembunuhan sadis tersebut bermula saat ketiganya berkumpul di rumah terdakwa Rusik untuk merencakan pembunuhan terhadap korban Iskandar.
Rencana tersebut dilakukan karena terdakwa Rusik merasa sakit hati karena korban telah mencuri mesin Chainsaw sebanyak dua unit dan korban juga belum membayar hasil pembelian kayu kepada terdakwa Rusik. Selanjutnya, ketiga terdakwa menuju rumah korban. Sesampainya di rumah korban, terdakwa Rusik langsung menyapa sembari mengayunkan pisau ke arah leher korban namun mengenai dada bagian kanan.
Korban yang sempat mnghindar akhirnya terjatuh, yang selanjutnya disusul dengan ayunan kedua dan sempat ditangkis dengan tangan kanan, sehingga membuat tangan korban putus. Perbuatan membabi buta tersebut terus dilakukan berulang-ulang oleh ketiga terdakwa.
Saat tubuh korban tidak bergerak lagi dengan posisi terlentang, terdakwa Rusik dengan menggunakan tangan kiri memegang rambut korban dan tangan kanan memegang parang langsung memotong kepala korban hingga terputus atau terpisah dari bagian tubuh.
Selanjutnya, ketiga terakwa pergi sembari membawa kepala korban dan sesampainya dirumah terdakwa, kepala korban langsung dimasukkan ke dalam kantong plasti dan digantung di pondok tempat main biliar. Tidak lama berselang pihak kepolisian datang menangkap ketiga terdakwa. (omi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses