Tewas Ditikam Membabi Buta

Tewas Ditikam Membabi Buta
Posted by:

 

 

*Reka Ulang Pembunuhan Anto

PALEMBANG – Guna untuk melengkapi berkas perkara ke Kejaksaan, Satreskrim Polresta Palembang Unit Pidana Umum (Pidum) Polresta Palembang melakukan rekontruksi kasus  pembunuhan yang menewaskan seorang penjaga malam Herianto alias Anto (36) warga jalan KI. Gede Ing Suro lorong Serengam Palembang. Sabtu (18/8/18) lalu sekitar pukul 17.00 WIB di loorng H. Umar Kelurahan 8 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang.

Dalam rekontruksi tersebut,dilakukan di halaman belakang Mapolresta Palembang langsung di pimpin Kanit Pidum Polresta Palembang Iptu Tohirin dan dilakukan sebanyak 19 adegan, Rabu (12/9/18) pagi.

Kejadian berawal di acara hajatan salah seorang warga. Dimana tersangka Arpan Diansyah (35) bersama keempat tersangka lain yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial RA alias W, HR alias AJ, AB dan RA alias WN mendatangi acara tersebut.

Bermula ketika tersangka RA alias W yang (DPO) berdiri di bawah panggung di dekat sound orgen tunggal bersama dengan saksi Hendra. Saat tengah asyik berjoged tiba-tiba terjadi cekcok mulut antara saksi Handoko dengan tersangka HR alias AJ (DPO). Kemudian tersangka HR langsung mengeluarkan senjata api rakitan (Senpira) dari balik pinggangnya.

Oleh HR, senpira tersebut yang awalnya diarahkan ke atas langsung langsung ditodongkan ke arah Handoko, melihat adanya keributan antara tersangaka HR dan saksi Handoko. Membuat Herianto (korban,Red) yang saat itu berada diatas panggung turun ke bawah untuk melerai.

Namun nahas, saat sampai di bawah panggung. Bukan sambutan baik yang didapatkan korban. Ia dihadang oleh tersangka Arpan yang langsung mencabut pisau dari balik pinggangnya, tanpa basa-basi tersangka Arpan langsung menusuk dada korban.

Mendapati serangan tiba-tiba dari terasngka Arpan. Korban tak lagi sempat menghindar dan sempat memutarkan badannya membelakangi tersangka Arpan. Tanpa ampun, tersangka Arpan kembali menusukkan pisau ke arah punggung korban hingga membuat korban jatuh dengan bersimbah darah.

Melihat peristiwa tersebut, saksi Handoko berupaya melerai keributan. Namun justru tersangka HR lagi-lagi membacok tubuh korban dengan membabi buta yang mengakibatkan korban semakin parah.

Tak hanya sampai disitu saja, setelah tersangka Arpan meninggalkan Tempat Kejadian Perkara (TKP), tersangka AB pun ikut menyiramkan air keras ke tubuh korban dan tak lama kemudian kerumuman warga yang saat itu tengah melihat kondisi korban sudah bersimbah darah

Setelah itu, oleh saksi Hendra, korban langsung dilarikan ke rumah sakit, sayangnya nyawa korban tak dapat tertolong dan menghembuskan nafas terakhir saat tiba di rumah sakit. “Para tersangka dikenakan pasal 170 ayat (2) ke 3e KUH Pidana yang mengakibatkan meninggalnya seseorang,” kata Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum Iptu Tohirin.

Masih dikatakan Tohirin, pihaknya masih akan melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnnya yang masih buron. “Setelah berkasnya rampung akan segera dilimpahkan ke kejaksaan,” jelasnya. (cw06)  

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses