Tewas Saat Hendak Melayat

Tewas Saat Hendak Melayat
Jenazah Selamet sebelum divisum di RSUD BARI Palembang. Foto denni/Palembang pos
Posted by:

INDERALAYA – Sudah jatuh tertimpa tangga, begitu kondisi keluarga almarhum Selamet (38), warga Jalan Kemang, Kelurahan Sentosa, Kecamatan SU II, Palembang. Niatnya hendak melayat kakeknya yang meninggal di Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), malah Selamet tewas kecelakaan.
Dimana, setelah terjatuh dari motor, tubuh Selamet malah ditabrak dump truk pengangkut tanah dari depannya hingga akhirnya tewas. Kecelakaan itu terjadi Jumat (22/01), pukul 06.30 WIB, di Jalintim Palembang – Inderalaya, Kabupaten OI.
Pagi itu, awalnya Selamet hendak ikut rombongan keluarga, melayat dengan mobil. Selamet sempat naik mobil keluarganya. Namun, karena mobil penuh, Selamet mengalah. Kemudian, ia berangkat dengan motor Honda Mega Pro, yang dibonceng adik iparnya Masman (36), warga Jalan Tegal Binangun, Lorong Karang Anyar, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju.
Ketika melintas di lokasi kejadian, Masman terkejut dengan truk berwarna kuning, yang mengerem mendadak. Masman yang melajukan motor dengan kecepatan sedang, tak bisa lagi mengelak, hingga motornya menabrak buntut truk tersebut. Akibatnya, Masman dan korban Selamet terlempar dari motor.
Dimana, Masman terjatuh ke lajur kiri, sedangkan Selamet terlempar ke lajur kanan jalan. Celakanya, Selamet yang belum sempat bangun dari aspal, malah tubuhnya ditabrak dump truk merah pengangkut tanah, yang datang dari depannya. Bahkan, setelah menabrak, dump truk bukannya berhenti, malah menambah kecepatan alias kabur.
“Tadinya beriringan sama truk, tidak tahu kenapa ngerem mendadak. Itulah saya tidak bisa menghindar dan menabrak truk itu. Saat kami jatuh, dari depan datang dump truk muat tanah, hingga menabrak Kak Selamet. Aku lihat banyak darah keluar dari mulutnya. Setelah kejadian itu, Masman yang masih sadar, lantas menghubungi keluarganya,” terangnya.
Meski sadar, sambung Masman, dirinya tak melihat jelas, apakah Selamet ditabrak, atau malah disenggol dump truk. “Tidak tahu pastinya, apakah dilindas atau ditabrak. Habis itu entah kemana dump truk itu lari. Pakai helm kami, terus aku hubungi keluarga di Inderalaya. Kemudian mereka datang dan bawa Selamet ke Rumah Sakit,” sambung pria yang juga mengalami luka-luka akibat terjatuh dari motor itu.
Tetapi akibat kecelakaan itu, nyawa Selamet tidak bisa tertolong lagi. Usai melayat di Inderalaya, keluarga besar kembali pula datang ke RSUD BARI untuk melihat langsung Selamet berada di rumah sakit. Tak ayal, keluarga yang tengah berduka itu tambah terpukul. Sebab, baru saja mendengar kematian keluarga atau sang kakek di Inderalaya, kini giliran Selamet pula.
Ada pun luka yang dialami Selamet, berupa benturan hebat di kepala, wajah dan dada. Neimas, istri Selamet juga tidak kuasa membendung kesedihan. Begitu melihat suaminya meninggal, dirinya hanya bisa menangisi kejadian itu. Neimas juga tampak berusaha menghibur kedua anaknya yang tidak kalah kalut atas kepergian ayahnya itu.
Pertanda tidak baik atau kejanggalan sendiri sempat dirasakan Dahlia, kakak ipar Selamet. Menurut Dahlia, dirinya sempat menahan Selamet untuk tidak turun dan ikut mobil saja saat berangkat melayat. “Iya aku sempat bilang, adek dak usah turun, ikut kami saja. Tapi adek (Selamet) melihat mobil penuh, ya tidak bisa lagi, terus berangkatlah pakai motor,” ungkapnya.
Nah sewaktu Dahlia sampai di rumah duka di Inderalaya, tidak lama setelah itu mendengar kabar kalau Selamet mengalami kecelakaan. Tidak dikira ternyata itu adalah pertemuan terakhirnya dengan Selamet.
Anggota Sat Lantas Polres Ogan Ilir Brigpol Taufik menegaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan olah TKP terhadap insiden kecelakaan maut tersebut. “Proses lakalantas tetap kita yang lakukan. Tapi tetap kita berkoordinasi dengan Sat Lantas Polresta Palembang,” singkatnya. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses