Tidak Harus Pakai Kacamata Khusus

Tidak Harus Pakai Kacamata Khusus
Posted by:

PALEMBANG – Menyambut gerhana matahari total (GMT) yang akan terjadi di Palembang 9 Maret mendatang, Graha Teknologi Sriwijaya Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel) mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu membeli kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari tersebut.
Kepala UPTD Graha Teknologi Sriwijaya Dinas Pendidikan Sumsel, Muhammad Taufik mengatakan, masyarakat hanya memerlukan alat sederhana agar bisa melihat gerhana dengan aman. Seperti dengan menggunakan kardus yang dilubangi selebar lubang jarum, dibalik daun pepohanan, maupun menggunakan telapak tangan.
“Khusus menggunakan tangan, masyarakat hanya tinggal menempelkan tangannya secara bertumpuk dan membuat sedikit lubang kecil agar cahaya masih dapat terlihat. Hal itu dimaksudkan agar cahaya matahari tak langsung masuk ke mata, karena terhalang oleh tangan,” ujar Taufik.
Jadi, sambung taufik, masyarakat tidak perlu membeli kacamata khusus untuk bisa melihatnya. Bisa juga menggunakan kacamata las nomor 14, tapi itu juga perlu biaya untuk membelinya. Lebih baik kalau tidak memerlukan banyak uang. “Masyarakat jangan terbebani untuk membeli alat dalam menyaksikan fenomena GMT ini,” katanya.
Menurut Taufik, GMT yang merusak mata terjadi saat akan memasuki proses GMT dan saat proses GMT akan berakhir. “Sebenarnya aman saja, tapi kalau dengan mata telanjang jangan dilihat saat bulan dan matahari akan bersatu, tapi kalau memang sudah gelap tidak masalah. Karena cahaya inframerah matahari tersebut bisa langsung masuk ke retina dan bisa menyebabkan kebutaan. Sehingga untuk lebih aman, sebaiknya menggunakan pelindung mata,” terangnya.
Tidak hanya itu, saat GMT nanti, Taufik mengatakan pihaknya juga akan melakukan penelitian. Untuk melakukannya, UPTD Graha Teknologi Sriwijaya telah menyiapkan empat buat teropong untuk melakukan proses pengamatan. Pengamatan sendiri akan dilakukan oleh Graha Teknologi dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
“Kalau kita (UPTD Graha Teknologi Sriwijaya) memiliki empat teropong dan ditambah satu teropong dari Lapan yang siap untuk melakukan penelitian GMT yang akan berlangsung selama 1 menit 52 detik,” tegasnya.
Nantinya juga bertepatan pada tanggal 8 Maret 2016 mendatang akan diadakan workshop dan sosialisasi untuk membuat kacamata dan cara membuat telekoskop. Acara tersebut nantinya akan diadakan di Palembang Indah Mall (PIM). (cw02)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses