Tiga Kali Masuk Bui Masih tak Jera, Beraksi Lagi…Ditembak Polisi

Tiga Kali Masuk Bui Masih tak Jera, Beraksi Lagi…Ditembak Polisi
Tersangka Ismail berjalan pincang menuju ruang pemeriksaan Mapolres Prabumulih
Posted by:

PRABUMULIH – Tiga kali mendekam dalam penjara ternyata tidak membuat Ismail alias Mael (41), menjadi jera. Terbukti, pascakeluar dari penjara pada penghujung 2016 yang lalu, Ismail kembali beraksi.

Tak tanggung-tanggung, sedikitnya ada tujuh tempat kejadian perkara (TKP) yang diakuinya. Akibat ulahnya tersebut, residivis spesialis pencuri handphone (Hp) ini, kembali diringkus Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur pimpinan Ipda Gharasa Zahra Zahirah STrK, kemarin, sekitar pukul 16.00 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, polisi memberikan tindakan tegas dengan menembak kaki kanan warga Desa Talang Nangka Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim tersebut, lantaran berusaha kabur saat disergap petugas. Selain menangkap pelaku curat itu, polisi mengamankan barang bukti berupa 6 unit handphonde hasil kejahatannya berikut 1 buah linggis yang biasa digunakan saat beraksi.

Penangkapan residivis ini bermula dari laporan salah satu korbannya bernama Savitri Nurachman binti Abdul (23) ke Polsek Prabumulih Timur. Dalam laporannya yang tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B-241/ XI/2017/Sumsel/Pbm/Sek Pbm Tmr, Savitri menuturkan, rumah kontrakannya di Jalan Angkatan Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, dibobol kawanan maling.

Pelaku masuk rumah korban, diduga dengan cara merusak jendela depan menggunakan linggis. Setelah itu, pelaku masuk mengambil satu tas kosmetik warna pink, satu buah handphone oppo neo 7 warna putih, satu buah handphone Samsung J7 warna hitam dan satu buah dompet warna hitam.

Berhasil mendapatkan barang-barang itu, pelaku langsung kabur. Mendapat laporan itu jajaran Satreskrim Polsek Prabumulih Timur melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengetahui identitas pelaku. Selanjutnya buser Polsek Timur dan Buser Polres dipimpin oleh Ipda Gharasa Zahra Zahirah STrK kemudian langsung menuju ke rumah dan hendak meringkus pelaku.

Namun ketika akan ditangkap Ismail berusaha kabur dan melakukan perlawanan. Melihat ulah pelaku, petugas memberikan tembakan peringatan namun karena tidak diindahkan petugas lalu melumpuhkan pelaku dengan sebutir timah panas di kaki kanannya.

Selanjutnya, pria yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 3 sekolah dasar ini langsung digelandang ke Mapolsek Prabumulih Timur.

Di hadapan polisi, tersangka mengaku sudah tujuh kali beraksi sejak keluar dari penjara penghujung tahun 2016 lalu.

“Setiap beraksi aku diantar oleh adik ke sekitar rumah yang menjadi target. Aku masuk rumah korban dengan membongkar jendela menggunakan linggis lalu mengambil barang dari jendela menggunakan bambu panjang,” ungkapnya sembari mengatakan dirinya sudah tiga kali masuk penjara.

Masih kata Ismail, barang hasil curian tersebut dijualnya dengan harga sekitar Rp700 ribu sampai Rp1 juta.

“Aku jual dengan wong dusun aku tulah. Duitnyo aku gunokan bayar utang selamo aku dalam penjaro kemarin,” bebernya.
Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Hernando SH MH didampingi Kanitreskrim, Ipda Gharasa Zahra Zahirah STrK ketika dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. (abu)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses