Tim Kesenian Muratara Tidur di Masjid

Tim Kesenian Muratara Tidur di Masjid
Posted by:

Karena Tidak Ada Dana dari Pemkab

MURATARA – Miris melihat kondisi tim kesenian dari Muratara harus tidur dimasjid. Pasalnya tidak ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara tim kesenian nekat berangkat menggunakan uang pribadi.

Padahal tujuan mereka untuk nama daerah di tingkat Provinsi Sumatera Selatan

Juki, pembimbing tim kesenian Muratara mengatakan bagaimanapun kondisi kami tetap berangkat dan mengikuti pestival Sriwijaya, karena ini ajang dimana untuk memperkenalkan kesenian Muratara di tingkat Provinsi.

“Kita tetap mengikuti dan membawak nama Muratara, walaupun tidak ada bantuan dari Pemkab Muratara. Karena ini ajang yang sangat luar biasa apalagi bertepatan denfan Asian Games, bisa memperkenalkan ke  Negara luar,” ucap dia.

Dia menjelaskan tim kesenian Muratara terancam gagal tampil karena ada permasalahan birokrasi. Menurut dia seharusnya permasalahan sistem birokrasi tidak boleh menghambat beragam kepentingan daerah. Karena even festival Sriwijaya ini resmi dilaksanakan Provinsi Sumsel, sebagai bentuk promosi seluruh potensi wisata, kebudayaan dan aset daerah.

“Kita Muratara diundang Gubernur Sumsel, bahkan tahun sebelumnya kita juara umum dalam teater daerah. Ini prestasi anak-anak Muratara, seharusnya di dukung penuh bukan sebaliknya,” jelas Juki.

Lebih lanjut Juki mengatakan meski dengan beragam keterbatasan dan berbekal modal minim. Timnya tetap akan menunjukan hasil latihan yang sudah mereka lakukan selama dua bulan terakhir.

“Saya sedih jika anak-anak tidak tampil, padahal selama dua bulan siang dan malam mereka sudah berusaha untuk tampil semaksimal mungkin untuk Muratara,” beber dia.

Masalah keberangkatan tim kesenian Muratara ke festival Sriwijaya di Palembang, juga menjadi pembahasan hangat di beragam media sosial. Banyak pihak yang mendukung penuh mereka tetap tampil dalam even tersebut, bahkan menyudutkan pemerintah daerah yang tidak mendukung kegiatan tersebut.

Salah satu akun di media sosial Facebook, Aprizal Boesri Aprizal mengomentari, tidak didukungnya tim kesenian Muratara tampil dalam festival Sriwijaya lantaran terganjal sistem birokrasi karena.

“Inilah akibat menempatkan orang-orangyang tidak profesional di bidangnya,” tulisnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Muratara, Firdaus melalui Kabid Promosi wisata Suyono, mengomentari meski tidak menggunakan anggaran daerah mereka tetap berangkat mendampingi tim kesenian Muratara, dalam festival Sriwijaya.

“Kita sekarang sudah di Palembang mendampingi, tim kesenian Muratara untuk tampil dalam festival Sriwijaya. Memang benar mereka berangkat menggunakan dana pribadi dari berbagai donatur, tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah,” aku dia.

Disinggung permasalahan yang tengah terjadi. Sehingga tim kesenian Muratara tidak disuport pemerintah daerah, Suyono enggan mengomentarinya lebih lanjut.

“Tidak tahu bagaimana. informasinya kami (Dinas Pariwisata), diskors jadi tidak bisa menggunakan anggaran,” kata dia.

Dia mengatakan, untuk saat ini sejumlah tim kesenian asal Muratara, terpaksa menggunakan bujet yang terbatas. Bahkan menginap di masjid, sembari menunggu jadwal tampil nanti malam.

“Ini kita istirahat dan tidur di masjid, kita pakai dana seadanya. Sesudah tampil kami langsung pulang. Tidak bisa jalan-jalan atau memberikan honor untuk anak-anak, karena tidak ada dananya,” pungkasnya. (lam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses