Tinggi Musi III 40 Meter

Tinggi Musi III 40 Meter
Posted by:

RIVAI – Detail Engineering Design (DED) pembangunan jembatan Musi III telah disetujui oleh Departemen Pekerjaan Umum (PU) pada 23 Desember lalu. Penyelesaian DED ini menelan waktu tiga tahun karena terjadi perbedaan terkait ketinggian jembatan. Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sumsel usai rapat dengan Mitsui Consultants Mr Akiyama ruang rapat bina praja, kemarin.
Asisten II Pemprov Sumsel, Eddy Hermanto mengatakan, setelah melalui pembahasan yang cukup lama, akhirnya disepakati tinggi jembatan Musi III nanti adalah 40 meter, diatas permukaan sungai.
Eddy menjelaskan, DED Musi III memang terhambat karena adanya perbedaan pendapat soal tinggi jembatan. “Awalnya Pemprov menginginkan ketinggiannya 50 meter, tapi Pelindo meminta diatas 50 meter. Makin tinggi jembatan, makin besar biaya. Bahkan panjangnya lebih dari 2 kilometer dan perbedaan biayanya  lebih Rp 1 triliun. Ternyata 23 Desember Jeika Consultant menyatakan ketinggiannya minimal 40 meter, sama seperti yang diharapkan Departemen PU. Sehingga sudah disepakati, ketinggiannya  40 meter,” papar Eddy.
Lebih lanjut, Eddy menerangkan, DED Musi III termasuk AMDAL ditandatangani oleh Gubernur. Bahkan DED sudah disetujui oleh Depertemen PU. “Lokasinya  tidak kita ganggu lagi tetap di lingkar luar ilir timur kota Palembang (dekat Pulau Kemaro). Mereka juga melakukan studi agar nantinya dapat dihubungkan dengan beberapa jembatan yang telah direncanakan dan menghubungkan lingkar luar Palembang,” bebernya.
Namun, Eddy juga belum dapat memastikan posisi pastinya jembatan Musi III itu akan dibangun. “Lokasi persisnya saya kurang tahu. Mungkin sebelum lahan Pertamina antara Sungai Gerong dengan Bagus Kuning menyeberang ke Pulau Kemaro yang paling ujung tembus ke arah Merah Mato. Kota Palembang ini kan di Pulau Kemaro akan dikembangkan jadi objek wisata, ini yang harus diperhitungkan. Kita minta lingkar jalan diatas, turun ke arah pulau,” urainya.
Untuk desain Jembatan Musi III, sambung dia, sesuai dengan desain yang dilakukan PU Bina Marga itu berada diatas Pulau Kemaro yang juga bisa bergeser atau dibuatkan lagi ke lingkar luar.
“Lingkar luar itu designnya sudah kita lakukan di PUBM. Hari ini (kemarin, red) kedatangan mereka juga memberikan beberapa alternatif dimana letaknya itu nanti dilingkar luar ilir timur Palembang,” katanya.
Mengenai kepastian konstruksinya, dia mengungkapkan, belum dibahas hingga kesana mengingat akan terlebih dahulu dengan Gubernur, Departemen PU dan pihak-pihak terkait yang terlibat.
“Soal anggaran dan dana berkisar Rp 8-10 triliun dari pusat. Kalau pihak pusat sudah berkehendak seperti itu, berarti sudah ada dananya. Sebenarnya Provinsi mampu membiayai ini sendiri namun alangkah baiknya, dana yang ada saat ini untuk membiayai masyarakat berobat, pendidikan dan lain sebagainya,” pungkasnya. (ati)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses