Toilet Pun Berstandar Internasional

Toilet Pun Berstandar Internasional
Suasana Rapat Persiapan Pelaksanaan Asian Games XVIII-2018 Kota Palembang di Kantor BPKP Perwakilan Provinsi Sumsel, Jalan Bank Raya No 2 Palembang, Selasa (6/9). Foto: Humas Pemprov Sumsel
Posted by:

PALEMBANG – Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menjadi tuan rumah yang baik terus dilakukan. Bukan hanya dari venue olahraga saja, semua fasilitas pendukung juga secara detail diperhatikan. Salah satunya toilet, yang akan dibangun sesuai dengan standar internasional.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Provinsi Sumsel, Basyaruddin Akhmad mengatakan, dari 11 cabang olahraga yang diselenggarakan di Palembang pada Asian Games ada dua kategori yakni olympic sport seperti menembak, rowing, voli pantai, tenis, triathlon dan lainnya. Kemudian non olympic sport yakni sepak takraw, panjat tebing, canoe atau kayak serta bowling.

“Semua venue ini terus dibenahi hingga berstandar internasional. Bukan itu saja di Jakabaring Sport City (JSC) juga dibangun enam tower athletes village yang diperuntukan bagi para atlet. Tribune building untuk voli pantai serta pembangunan fasilitas pendukung lainnya seperti NOC room, changing rooms, medical room, dopping room, dan VVIP room,” papar Basyar saat Rapat Persiapan Pelaksanaan Asian Games XVIII-2018 Kota Palembang di Kantor BPKP Perwakilan Provinsi Sumsel, Jalan Bank Raya No 2 Palembang, Selasa (6/9).

Untuk membangun semua ini, kata Basyar, melibatkan semua pihak mulai dari BUMN dan lembaga lainnya. Seperti venue tenis, saat ini ada delapan yang dulu dibangun PTBA saat SEA Games lalu, namun untuk persiapan Asian Games akan ditambah lagi.

“Jadi untuk Asian Games nanti gedung tenis akan ditambah lagi delapan buah dengan fasilitas yang lebih baik,” lanjut dia.
Dia menuturkan, untuk bowling sendiri gedungnya dibantu PT Sinarmas sebesar Rp 25 miliar. Kemudian ada perbaikan untuk sport climbing dengan biaya sebesar Rp 6 milar. Di JSC pun akan ditambah toilet yang berstandar internasional.

Di bidang transportasi, lanjut Basyaruddin, untuk mengindari kemacetan dibangun telah Light Rail Transit (LRT), Jembatan Musi IV dan Musi VI agar tidak terjadi penumpukan di Jempatan Ampera dan jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra).
Sementara itu, Asisten bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Sumsel, Akhmad Najib menyampaikan, kegiatan Asian Games akan dilaksanakan pada 2018 mendatang, awalnya dari 2014 yang ditentukan Jakarta dan Palembang.

“Nanti ada 28 olimpic sport yang dipertandingkan. Untuk di Sumsel olimpic sport ada 11 cabang dan non olimpic seperti takraw, sport climbing, canoe/kayak dan bowling. Kemudian ada 45 negara dan 1000 lebih atlet yang datang. Ditambah dengan 3.000 media, tentu kami perlu pengawalan BPKP dalam penyelenggaraannya,” ucap Najib.

Pembiayaan untuk Asian Games ini, katadia, masih dalam tahap pengusulan, begitu juga sukses penyelenggaraan ini tidak terlepas dari bantuan dari BPKP.

Terpisah, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Sumsel, Iman Achmad Nugraha mengatakan, BPKP bagian dari tim penyelenggaraan Asian Games 2018. Sukses Asian Games bukan hanya dari prestasi tetapi sukses ekonomi dan ada multi effect.

“BPKP sebagai salah satu dibentuk tim nasional, tentunya kami siap mengawal suksesnya Asian Games,” tegasnya.(ety)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses