Tubuh Eca Tinggal Kulit-Tulang

Tubuh Eca Tinggal Kulit-Tulang
Posted by:

 

 

*Balita Derita Microchepalus

PRABUMULIH  – Malang nasib dialami Eca Nopitasari, warga Perumahan Griya Permai Medang Kelurahan Sungai Medang Kecamatan Cambai Kota Prabumulih.

Pasalnya, gara-gara menderita penyakit microcephalus pertumbuhan anak dari pasangan suami isteri Ejak Dedi (27) dan Peni Nofisa (26) menjadi terhambat.

Diusianya 3 tahun 3 bulan ini, balita tersebut tubuhnya tinggal kulit dan tulang dengan berat badan 4 kg dan tinggi sekitar 50 cm. Tak hanya itu saja, akibat penyakit yang menyerang syaraf otak tersebut Eca belum bisa bicara maupun berjalan ia hanya bisa terbaring ditempat tidur dan menangis.

Peni Nofisa mengatakan, tanda-tanda kelainan pada anak keduanya itu sebenarnya sudah diketahui sejak usia kandungan luma bulan. Dimana saat itu, bayi dalam kandungannya sama sekali tidak bergerak. “Makanya kami kebidan, bidan ngomong perkembangan bayi dalam kandungan tidak normal,” ungkap Peni.

Namun meskipun pertumbuhan dikatakan tidak normal sambung Peni, pada saat lahir putrinya tersebut lahir dengan berat badan normal yakni 3,2 kilogram dan panjang 48 cm. “Waktu lagir dio nangis, tapi memang kepalanya kecil,” tandasnya seraya mengatakan hingga umur satu hulan dirinya masih melihat anaknya tersenyum tapi setelah terserang panas tinggi anaknya tersebut mulai tidak normal.

Melihat kondisi anaknya itu sambung Ejak, pihaknya membawa anaknya berobat ke bidan, dokter hingga pengobatan alternatif. Bahkan untuk mengobati anaknya tersebut seluruh harta benda yang ada habis terjual.

“Jangankan duit, celano dan lapak parkir aku kujual galo untuk ngobati anak aku ini. Tapi itu tadi, memang sakitnya sulit disembuhkan kata dokter jadi kalau sembuh sulit tinggal kuasa Allah jadi kami berobat cuma untuk bertahan saja,” bebernya seraya mengatakan dirinya sangat sedih dengan kondisi anaknya tersebut.

Disinggung mengenai perhatian pemerintah, Ejak mengaku, anaknya tersebut sering diperiksa oleh petugas puskesmas setempat. “Kadang datang kadang idak, kami inikan berobat pakai KIS kalu dulu berobat makai ktp samo kk bae,” pungkasnya. (abu) 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses