Tuding Perusahaan Sewenang-wenang

Tuding Perusahaan Sewenang-wenang
Posted by:

LAHAT – Gabungan karyawan PT Eka Jaya PT Adi Tarwan dan Cabang Bukit Barisan Indah (BBIP), menggelar aksi, Rabu (18/7/18), di Kantor Perwakilan Eka Jaya, Kelurahan Bandar Jaya, Kota Lahat.
Sebanyak 48 karyawan perkebunan kelapa sawit ini menuding perusahaan tempat mereka bekerja telah bertindak sewenang-wenang. Ketua Gabungan Buruh Sawit Infonensia (GBSI) Lahat, Fauzi Azwar menyatakan, protes yang disampaikannya ke management PT Eka Jaya ini merupakan wujud kekesalan karyawan, yang merasa dizolimi perusahaan.
“Mulai dari kelebihan jam kerja, dari pukul 06.00 WIB ke pukul 18.00 WIB. Sedangkan jumlah premi yang diberikan hanya Rp 600 ribu perbulan,” ungkapnya. Bila premi hanya Rp 600 ribu perbulan, artinya hanya Rp 20 ribu perhari. Padahal jam kerja hingga 12 jam perhari.
Yudiansyah, salah satu karyawan menuturkan, jika satu hari tidak masuk kerja tanpa keterangan, perusahaan akan lakukan pemotongan uang dua hari sekaligus. “Honor piket lebaran keryawan, sampai hari ini belum dibayarkan. Sedangkan perusahaan semena-mena memotong gaji kami kalau tidak masuk kerja,” tegasnya.
Namun, Human Resorces Departemen (HRD) PT Eka Jaya, Jejen berdalih hanya bisa menampung aspirasi karyawan itu. Sebab dirinya bukan pemangku kebijakan. Dirinya menyarankan mengikuti mekanisme yang ada, pertama melalui cara Bipartit, kemudian Tripartit. Yang melibatkan perwakilan karyawan, Disnaker, dan menejement perusahaan ini sendiri.
“Wajar jika karyawan terkadang tidak merasa puas. Tapi saya tidak bisa memutuskan, karena masih banyak pejabat di atas saya yang bisa merembukkan protes karyawan ini,” elak Jejen. (rif)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses