Tuntut Perusahaan Penuhi Hak Karyawan

Tuntut Perusahaan Penuhi Hak Karyawan
Posted by:

Palembang – Karyawan PT CS2 Pola Sehat di sektor produksi minuman Teh Gelas, Fitri Suci Andari memprotes adanya pemutusan kontrak kerja secara sepihak. Karyawan pada bagian Quality Control Tea ini akhirnya memilih mengadukan nasibnya ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Palembang. Dalam persidangan Selasa (19/9/2017), penggugat Fitri didampingi kuasa hukumnya dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumsel 1973, menuntut haknya diberikan pihak perusahaan produsen minuman ringan, seperti uang pesangon, serta mengharuskan tergugat membayar uang lembur, THR (tunjangan hari raya), uang proses dan uang pengganti hak.

Drs H Chairul Tanjung didampingi Ki H Zainuddin dan Kamsin Sip, sebagai kuasa hukum penggugat sangat menyayangkan tindakan pihak perusahaan produsen minuman ringan tersebut. “Inikan aneh, bayar uang pesangon jadi hak karyawan hanya Rp 12 juta tidak mampu dan sulit sekali. Tapi giliran bayar pengacara dari Jakarta mampu. Tergugat jelas tindakannya bertentangan melanggar pasal 59 ayat 2 UU No 13 tahun 2003,” ungkapnya.

Menurutnya, pekerjaan kliennya itu sebagai quality control, yang sifatnya tetap, tidak boleh dilakukan dalam hubungan kerja perjanjian kerja waktu tertentu. “Dengan begitu, bentuk konkritnya, jadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT). Sebelumnya kami sudah melayangkan undangan menyelesaikan masalah ini bipartit ke perusahaan tapi tetap tidak diindahkan dari pihak perusahaan,”bebernya.

Chairul juga menegaskan, selama 8 bulan bekerja di perusahan tergugat, kliennya tidak pernah diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. “Ya termasuk karyawan lainnya juga begitu. Seharusnya perusahaan bersikap bijak, dengan memenuhi kewajiban untuk membayar pesangon dan yang dituntut klien kita,” timbangnya.

Jalannya persidangan sendiri dipimpin Ketua Majelis Adi Prasetyo SH, menghadirkan Sarjono dari unsur buruh, dan Agustriawan dari pihak Apindo. Pihak tergugat sendiri tampak didampingi kuasa hukumnya. Sementara selagi jalannya persidangan, diwarnai pula unjuk dari dari para buruh dari Serikat Pekerja Indonesia, di depan gedung Pengadilan Hubungan Industri (PHI) Palembang. “Penuhilah kewajiban perusahan serta berikan hak karyawan, dengan bayar pesangon rekan kami, jangan arogan,” seru massa Serikat Pekerja.

Sementara Head of Coorporate and Marketing Communication, Harianus saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat internal dulu. “Saya masih mencari tahu dan akan bicarakan hal ini dulu. Karena kita belum tahu kondisinya seperti apa,” jelasnya. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses