Tuntut Uang, Diganti Gelam

Tuntut Uang, Diganti Gelam
Salah seorang warga menunjukkan rumahnya yang rusak karena pemancangan Musi IV. Foto risky/Palembang pos
Posted by:

*Ganti Rugi Sepihak PT Adhi Karya

Tak jarang, pembangunan yang gencar dilakukan kerap tak berpihak kepada rakyat kecil. Saat upaya Pemerintah mempercepat kemajuan suatu daerah, ternyata disisi lain ada rakyat kecil yang dirugikan.

Termasuk, tempat tinggal warga terpaksa digusur dengan ganti rugi yang jauh dari kata layak. Hal ini pula, dialami, warga RT 05 RW 02 Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II.
Pembangunan Jembatan Musi IV menghubungkan Seberang Ilir dan Seberang Ulu, sempat terhambat lantaran protes warga. Warga RT 05 RW 02 Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, sempat melakukan penghentian paksa pemasangan tiang pancang yang bersebelahan langsung dengan pemukiman mereka.

Penyetopan tersebut dimulai sejak Selasa (22/11) lalu. Warga kesal karena pengerjaan pemasangan tiang pancang di Seberang Ulu II, diduga telah merusakan rumah dan peralatan elektronik.
Warga menuntut uang perbaikan rumah Rp 10 juta, uang bising Rp 3 juta, serta penggantian semua peralatan elektronik yang rusak.

Gesekan dengan warga ini bermula ketika ada bantuan kayu gelam 5 batang sekitar sebulan lalu untuk 6 rumah. Bantuan gelam itu untuk menopang rumah yang miring.
“Rumah warga ini banyak yang lain, jadi mulai protes,” ujar Efendi, seorang perwakilan warga kepada Palembang Pos.

Puncaknya, kekesalan warga terjadi ketika sejumlah rumah amblas saat pengerjaan pemasangan tiang pancang.

Kemudian dari PT Adhi Karya selaku kontraktor menawarkan bantuan 10 batang gelam per rumah.
‘’Namun setelah ditunggu-tunggu realisasinya, responnya sangat lambat dan akhirnya warga melakukan penyetopan pekerjaan tiang pancang,” jelasnya.

Sebenarnya, diungkapkan Efendi, tidak ada niatan warga untuk menghambat pekerjaan proyek Musi 4. Namun Efendi menganggap, PT Adhi Karya saat itu terlalu lambat merespon keluhan warga.
Pihaknya bersyukur akhirnya PT Adhi Karya telah ada kesepakatan dengan warga Jumat (02/12) lalu. Dalam kesepakatan itu PT Adhi Karya tidak memberikan uang tuntutan warga, tapi rumah yang rusak akan dibantu gelam.

“Sekarang sudah ada 600 batang gelam yang masuk, dari total janji 900 batang. Itu untuk rumah warga. Kemudian uang bising diganti dengan perbaikan jalan setapak kampung sepanjang 120 meter. Terakhir peralatan elektronik yang rusak akan diperbaiki,” tutur Efendi.

Keluhan terhadap pengerjaan tiang pancang itu diungkapkan Agus, warga RT 5 lainnya. Dirinya menunjukkan rumahnya terjadi kerusakan dan penurunan. “Seluruh rumah amblas, tapi paling parah di dapur,” ujar Agus.

Senada disampaikan Herman, warga lainnya, dirinya dan keluarga mulai resah dengan kondisi rumah sekarang. “Mungkin terjadi penurunan pondasi sekitar setengah meter. Televisi juga mengalami kerusakan,” keluhnya.

Tak jauh beda, dikatakan Maugiman, rumahnya sekarang semakin memprihatinkan. “Rumah jadi miring. Bahkan ada pintu yang tidak bisa dikunci lagi,” tuturnya. (kie)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses