Usai Makan Mie Kuning, Warga Tiga Desa Keracunan

Usai Makan Mie Kuning, Warga Tiga Desa Keracunan
Salah satu korban keracunan di Desa Pelajaran, yang masih terlihat lemah, usai keracunan makanan buka puasa. Insert: Kades Pelajaran Idil Adha, memperlihatkan sisa mie kuning kiloan diduga penyebab keracunan, yang dijual di warung-warung desa. Foto arif/Palembang pos
Posted by:

LAHAT – Suasana berbuka hari pertama di Bulan Ramadan 1437 H, atau Senin (06/6), di Desa Pelajaran, Desa Nanti Giri, dan Desa Pama Salak, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, berujung petaka. Puluhan warga tiga desa tersebut mengalami mual dan muntah-muntah, yang diduga akibat keracunan.

Belum diketahui pasti penyebab keracunan yang menyebabkan jatuh korban mencapai 90 orang tersebut. Meski keterangan para korban, mereka mual dan muntah-muntah setelah mengonsumsi mie kuning yang telah diolah dengan berbagai macam menu makanan berbuka.

Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, puluhan warga tiga desa yang berbatasan ini, membeli mie kuning yang merupakan produksi rumahan tersebut, Senin siang (06/6), di warung desa dan Pasar Jarai. Mie tersebut kemudian diolah menjadi makanan berupa rujak mie, mie rebus dan lain sebagainya. Tidak ada tanda-tanda mie tersebut mengandung racun. Warga pun mempersiapkan menu berbuka puasa dengan bahan baku berupa mie kuning itu.

Saat bedug buka ditabuh, warga yang sudah mengolah mie kuning, langsung menyantap menu yang sudah ditunggu-tunggu tersebut. Tidak beberapa lama setelah menyantap menu makan dengan bahan dasar mie itu, warga pun mulai merasakan kepala pusing dan mual-mual. Bahkan, beberapa warga mulai muntah. Merasa ada yang tidak beres, warga yang mual dan muntah-muntah mendatangi Poskesdes masing-masing. “Palak pusing, perut mual-mual, pas udim makan mie,” kata Sintia (15), salah satu korban di Desa Pelajaran.

Ternyata tidak hanya satu warga saja yang merasakan hal yang sama, warga pun mulai berdatangan, dan mengeluhkan kondisi yang sama di Poskesdes masing-masing. Merasa jumlah pasien makin banyak, petugas Poskesdes pun merujuk pasiennya ke Puskesmas Jarai. Ternyata pasien dengan ciri-ciri yang sama ini bukan saja berasal dari satu desa, melainkan ada tiga desa. “Keterangan yang jual belinya (mei kuning) di Pagaralam, tapi sudah dijual di warung-warung,” kata Kades Pelajaran, Idil Adha, dihubungi via seluler.

Hanya saja, Idil Adha belum berani menyimpulkan penyebab pasti keracunan massal tersebut. Sebab masih menunggu uji laboratorium yang dilakukan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat, yang langsung turun mengumpulkan sisa makanan yang dikonsumsi warga. “Ini kami bersama unsur tripika, ada dari Polsek Jarai masih mendata. Jumlahnya kemungkinan lebih dari 90 orang,” ungkapnya.

Akibat keracunan massal ini juga, Yamin (60), warga Desa Nanti Giri, terpaksa dilarikan ke RSUD Besemah, Kota Pagaralam. Kondisi kesehatan Yamin cukup memprihatinkan, sehingga petugas medis Puskesmas Jarai, tepaksa merujuk lelaki itu. Sedangkan pasien lain yang mengalami nasib serupa, telah diperolehkan kembali ke rumah masing-masing.

“Dari keterangan korban, meski kami masih harus menunggu uji laboratorium dari sisa makan para korban, diduga keracunan mie kuning,” kata Kepala Dinkes Lahat dr Rasyidi Amri, melalui Kasi Wabah dan Bencana M Hodori M Kes, saat turun ke tiga desa, mendata dan mengumpulkan sisa makanan yang dikonsumsi para korban, kemarin (7/6).

Sementara Kapolres Lahat AKBP Rantau Isnur Eka SIk, melalui Kapolsek Jarai AKP Kasmini Dardah SH menyatakan, masih menunggu hasil tes dilakukan Dinkes Lahat. Selanjutnya bila memang sumber petaka tersebut berasal dari mie kuning yang dikonsumsi warga, pihaknya siap mengusut sumber mie tersebut. “Kami tunggu dulu hasilnya (tes). Bila warga merasa dirugikan dan melapor, akan kami usut,” tegasnya. (rif)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses