Usul Jadi Peserta PKH, Ratusan Warga “Gruduk” Dinas Sosial OKI

Usul Jadi Peserta PKH, Ratusan Warga “Gruduk” Dinas Sosial OKI
Para warga saat menerima penjelasan perihal program PKH di Kabupaten OKI, Jumat (11/8). Foto Muin Palembang Pos
Posted by:

KAYUAGUNG – Ratusan warga yang didominasi kaum ibu-ibu “menggruduk” Kantor Dinas Sosial OKI di Jalan Darna Jambi Kelurahan Sukadana Kayuagung, Jumat (11/8).Ratusan warga yang sebagian besar membawa anak ini ingin terdaftar menjadi peserta program keluarga harapan (PKH). Apalagi sebelumnya sekitar 20 ribuan warga OKI menerima penyaluran dana bantuan tersebut.Sehingga warga yang merasa layak untuk mendapatkannya ramai-ramai mendatangi Dinsos untuk mendaftar. “Katanya kalau yang belum dapat daftar ke Dinsos jadi kami kesini,” ungkap Yati, salah sseorang warga Batu Ampar Baru.

Disinggung informasi dari mana, mereka mengaku dari mulut ke mulut. Sehingga puluhan warga yang sebagian besar berasal dari Desa Batu Ampar Baru, Desa Batu Ampar Lama, Kecamatan SP Padang dan Desa Kijang Ulu Kayuagung menunggu kepastian tersebut.Dengan bermodalkan KTP, Kartu Keluarga dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pemerintah desa setempat, warga berharap mereka dapat masuk sebagai peserta penerima PKH karena dianggap lebih layak.

“Banyak yang tidak layak menerima program tersebut, padahal kami ini orang miskin pak, seharusnya lebih berhak untuk menerimanya, kami kesini atas inisitif sendiri dan pemerintah desa tidak mau memfasilitasi,” harapnya.Setelah beberapa saat menunggu, warga kemudian dikumpulkan pihak Dinas Sosial OKI yang saat itu juga kedatangan koordinator PKH Sumsel II, Arniza Nilawati SE MM.

Dijelaskan Arniza, yang menentukan data bukan dari Dinsos. Namun ada tim yakni Tim Koordinasi Penaggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang ada di Bapedda.”Walaupun ada pemutakhiran data, namun ada mekanisme dan persyaratannya,” ungkapnya dihadapan para warga.Adapun syarat-syarat penerima PKH seperti memiliki ibu hamil, menyusui, anak balita dan atau memiliki anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan dasar (anak pra sekolah)Anak usia SD/MI/Paket A/SDLB (usia 7-12 tahun),Anak SLTP/MTs/Paket B/SMLB (Usia 12-15), Anak 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar termasuk anak dengan disabilitas berat. serta lansia.

“Seharusnya kalaupun masyarakat ingin mengusulkan, maka hal ini lewat dari Tim yang ada di Bappeda bukan ke Dinas Sosial,” ujarnya. Kepala Dinsos OKI, Amiruddin S Sos mengungkapkan, untuk pendataan bukan di Dinsos karena Dinsos hanya menyalurka ke peserta program.(jem)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses