Virus Rubella Kejam, Lindungi Anak Kita

Virus Rubella Kejam, Lindungi Anak Kita
Posted by:

PALEMBANG – Program imunisasi Measles Rubella (MR) yang kurang lebih telah berjalan selama sepekan ternyata masih menuai pro dan kontra. Pasalnya di tengah progam imunisasi MR tersebut, masih ada warga yang enggan mengimunisasikan anaknya.

Sikap antipasti terhadap program pemerintah pusat melalui kementerian kesehatan itu, diambil warga karena berbagai alasan dari mulai adanya isu vaksin MR bisa menyebabkan timbulnya demam tinggi pada si anak hingga keraguan atas halal atau tidaknya vaksin MR tersebut.

Mia, warga Kota Palembang yang juga ibu rumah tangga mengatakan, dirinya enggan menyuntikan anaknya dengan vaksin MR karena ketakutan akan halal atau tidaknya vaksin tersebut dari sudut pandang agama.

“Hal itu (halal atau tidak,Red) yang membuat saya ragu. Selain itu soal dampak dari imunisasi MR yang katanya bisa menyebabkan kejang dan demam,” ucapnya. Pandangan yang sama juga diungkapkan Mitra.

Ibu rumah tangga, warga Kenten Palembang ini memgaku, jika dirinya takut mengimunisasi anaknya dengan vaksin MR karena dampak demam terhadap anaknya. Senada dengan itu, ibu rumah tangga lainnya atas nama Merly. Dia mengatakan, dirinya masih ragu dan takut terkait program imunisasi MR tersebut.

“Karena sejak dari awal pelaksanaan imunisasi MR ini masih belum jelas terutama bagi masyarakat. Kok sudah berjalan satu pecan lebih tiba-tiba timbul isu demam tinggi soal halal haram dan lain-lain. Ini membuat kita selaku warga jadi takut untuk menyuntikan anak kita,” ujarnya.
Harusnya lanjut Merly, terkait isu dan sebagainya harus diberi penjelasan yang gamblang dan terbuka. “Ya paling tidak sosialisasi harus lebih gencar sebelum pelaksanaan dan harus ada jaminan tidak kekhawatiran dari masyarakat. Karena ini program pemerintah dan pemerintah yang membuat aturan jadi jaminan atas aturan itu harus jelas,” harapnya.

Terkait hal ini, Dinas Kesehatan Kota Palembang akan tetap menjalankan imunisasi ini. Kepala Dinkes Palembang, dr Letizia mengatakan, pihaknya tetap menjalankan sesuai dengan juknis dari Kementerian Kesehatan. Terkait soal pro dan kontra, dikatakannya, sejauh ini diserahkan ke masyarakat. “Bagi yang tidak bersedia di imunisasi karena ragu dengan sertifikasi halal, ya tidak apa-apa. Ini hanya untuk yang bersedia saja,” bebernya.

Dia menegaskan, pihaknya sudah koordinasi dengan Dinkes Sumsel, dan keputusannya imunisasi tetap dijalankan. Untuk bulan Agustus imunisasi MR diberikan kepada anak usia sekolah 7 s.d < 15 tahun dilaksanakan di seluruh sekolah (PAUD, SD, dan SMP). Untuk bulan September Imunisasi MR diberikan untuk bayi usia 9 bulan s.d <7 tahun dilaksanakan di Posyandu, Puskesmas, dan sarana kesehatan lainnya.

Sementara Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan Sosial dan Kemasyarakatan, K Safaruddin SSos mengajak masyarakat Kota Palembang pada Agustus dan September baik di sekolah, Puskesmas Posyandu, Panti Asuhan dan fasilitas kesehatan lainnya, sama-sama mendukung pelaksanaan Kampanye Imunisasi Measles Rubella. “Sehingga pada tahun 2020 tidak terjadi lagi penularan penyakit campak dan rubella,” tukasnya.

Ketakutan yang sama atas imunisasi MR juga dirasakan warga Baturaja OKU. Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, Husni Thamrin membantah adanya isu beredar yang mengatakan bahwa imunisasi Meases Rubella berbahaya jika disuntikan pada tubuh manusia.

“Isu yang beredar itu tidak benar. Justru dengan diberikan imunisasi Meases Rubella (MR) ini dapat mencegah penyakit campak dan rubella,” kata Husni Thamrin, Minggu (5/8).

Dia menjelaskan, pentingnya pemberian imunisasi MR tersebut untuk memberikan kekebalan pada tubuh pada anak usia sembilan bulan dan di bawah 15 tahun agar terhindar dari penyakit campak dan rubella.
“Pemerintah Kabupaten OKU sangat komitmen mencapai eliminasi rubella pada 2020 mendatang. Untuk itu kami mengajak semua pihak mendukung program ini agar berjalan sesuai harapan,” katanya.

Dia berharap khususnya kepada orang tua agar mengajak anaknya ke pos kesehatan, puskesmas ataupun sekolah untuk mendapatkan imunisasi MR supaya terhindar dari virus campak dan rubella.

Melalui kampanye imunisasi MR, kata dia, pihaknya juga telah mensosialisasikan kepada masyarakat sekaligus memberikan informasi pemahaman bagi orang tua tentang manfaat mendapatkan imunisasi tersebut.
“Petugas kami juga diingatkan sebelum menyuntikan imunisasi MR pastikan terlebih dahulu kondisi anak sehat dan tensi darahnya normal sebelum diimunisasi,” ungkapnya.

Dia mengemukakan, virus MR ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan cacat pada tubuh penderitanya bahkan bisa menyebabkan kematian. “Wabah penyakit ini juga mudah menular bisa melalui batuk atau bersin,” kata dia.

Virus tersebut juga sangat berbahaya jika menyerang wanita hamil karena berdampak pada kecacatan pada bayi yang akan dilahirkan. “Oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan efektif dengan diimunisasi MR. Target pemberian imunisasi ini untuk di OKU sebanyak 96.315 anak yang tersebar di 13 kecamatan,” ujarnya.

Disisi berbeda, Dr Delfina menegaskan tolong anak- anak penerus bangsa untuk tidak menderita akibat Rubella. “Cukup anak saya Jacob yang menderita akibat Virus Rubella. Jangan ada lagi anak anak lain yang cacat akibat virus ini,” tegasnya saat ditemui dikediamannya beberapa hari lalu.

Delfina sosok ibu yang sangat kuat dan tegas menghadapi yang dia dapat saat dia dalam kandungan Bagi dokter yang bertugas di RSMH ini, Rubella merupakan virus yang jahat dan kejam. “Kini Jacob mendapatkan paketlengkap dari infeksi Rubella, yaitu bocor jantung, tuli, syaraf mata mengecil sehingga gangguan penglihatam, lingkar kepala kecil sehingga tumbuh kembang dan saat ini kanker darah (leukemia red) juga turut bersarang ditubuh kecil Jacob,” ujarnya dengan tegar.

Dia kembali menegaskan kepada masyarakat jangan takut untuk MR, MR akan menyelamatkan anak kita dari virus yang sangat mengerikan. (nik)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses