Volume Sampah di SKB I Meningkat 3 Kali Lipat

Volume Sampah di SKB I Meningkat 3 Kali Lipat
Musa dan beberapa petugas kebersihan lainnya, saat mengangkut sampah yang menggunung dikawasan SKB I Palembang. foto popa/palembang pos
Posted by:

SKB I,-
Sejak sebulan terakhir, volume sampah yang dibuang di jalan Sukabangun (SKB) I mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari hari-hari sebelumnya. Kondisi ini sangat dikeluhkan warga sekitar dan membuat repot petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang.

”Sejak sebulan terakhir sampah yang dibuang di pertigaan jalan Sukabangun I ini mengalami peningkatan, sekitar 3 kali lipat dari sebelumnya,” ujar Musa, salah seorang petugas kebersihan, saat mengangkut sampah-sampah yang sudah menggunung, Kamis (10/7).

Karena menurut Musa, biasanya sampah dikawasan ini diangkut oleh petugas setiap 2 sampai 3 hari sekali, itupun jumlahnya tidak sampai menggunung seperti sekarang. ”Kalau sekarang volume sampahnya sangat banyak. Sehingga, walaupun diangkut setiap hari, beberapa jam setelahnya sampah-sampah itu sudah kembali menggunung,” katanya.

Belum lagi sampah yang dibuang sangat busuk dan menyengat. “Selama ini sampah yang dibuang disini kebanyakan adalah rumah tangga seperti bekas sayuran, sampah pelastik dan sisa cucian piring. Tetapi sekarang sampahnya sudah sangat banyak, bahkan hampir tiap hari ada berkarung-karung sampah bulu ayam, perut ikan dan lainnya,” ujarnya.

Ditanya penyebab membludaknya sampah yang dibuang dikawasan ini, Musa mengaku tidak tahu persis penyebabnya. “Kalau pastinya saya tidak tahu. Tetapi besar kemungkinan menumpuknya sampah disini, merupakan dampak dari ditutupnya tempat pembuangan sampah (TPS) yang ada di Kantor Lurah. Sehingga warga berbondong-bondong membuang sampah disini,” sebutnya.

Sementara itu, Avicenna warga setempat mengaku sangat terganggu dengan membludaknya sampah dikawasan ini. Karena sampah-sampah itu tidak hanya merusak pemandangan dan menimbulkan bau tidak sedap saja, tetapi tumpukan sampah ini juga menjadi sumber penyakit.

ditegaskannya, kalau sampah-sampah ini bukan seluruhnya berasal dari warga sekitar, karena didaerah ini sebagian besar warganya berlangganan dengan tukang sampah, yang secara rutin mengambil sampah dari rumah-rumah penduduk, sehingga tidak mungkin membuang sampah disana.

“Oleh sebab itu, sangat tidak adil, kalau kami yang tidak membuang sampah dilokasi itu, harus merasakan berbagai dampak negatif dari tumpukan sampah itu,” tukasnya.

Untuk itu, Avicenna sangat berharap agar pemerintah segera mengatasi masalah ini. “Kami minta pemerintah segera mencarikan solusi dari masalah ini. Dan pentutpan satu TPS tidak akan memberikan solusi, tetapi hanya memindahkan persoalan. Hal ini terbukti dengan ditutupnya TPS samping kator Lurah, sampahnya malah membludak disini,” tegas Avicenna sembari menyarankan pemerintah untuk rutin mengambil sampah dari rumah-rumah penduduk, sehingga mereka tidak harus membuang sampah di pinggiran jalan lagi, seperti yang terjadi saat ini.(del)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses