Waka Polres Serahkan Bantuan Tali Kasih

Waka Polres Serahkan Bantuan Tali Kasih
Posted by:

LUBUKLINGGAU – Polres Lubuklinggau, memberikan bantuan tali kasih untuk keluarga Devi (32), warga Jalan Perintis, RT 02, Kelurahan Jokoboyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau.
Bantuan untuk ibu yang sudah empat tahun terakhir mengalami kelumpuhan ini, diserahkan langsung oleh Waka Polres Lubuklinggau, Andi Kumara, didampingi Kapolsek Lubuklinggau Utara dan Kabidbinmas Polres Lubuklinggau, Jumat (9/2/18).
Dikatakan Wakapolres Ankum (biasa disapa), bantuan yang diserahkan tersebut merupakan bantuan awal dari kapolres dan jajarannya. Karena selanjutnya, akan ada bantuan lain yang akan disalurkan kepada Devi dan ketiga anaknya.
“Tadi hanya bantuan awal saja, karena begitu kita dapat informasi dan anggota bimsas patroli untuk cek, memang benar ada warga yang membutuhkan bantuan, makanya kita spontanitas saja,” ungkap Ankum.
Selanjutnya, tambah Ankum, pihaknya sudah mengintruksikan kepada Kapolsek Utata, untuk mengurus seluruh adminitrasi kependudukan keluarga Devi, agar nanti anak-anaknya bisa menerima beasiswa. “Jadi yang sakit itu ibunya, tetap kita perhatikan, tetapi ada juga anaknya yang juga membutuhkan perhatian kita,” kata Ankum.
Karena itu lanjut Ankum, pihaknya akan mengupayakan agar anak-anak dari Devi bisa menerima beasiswa. Selain itu, adminitrasi kependudukan dan adminitrasi lainnya juga diperlukan untuk memberikan bantuan bedah rumah bagi Devi, agar dia dan anak-anaknya bisa menempati rumah yang lebih layak lagi. “Jadi kita harus pastikan dulu, tanahnya miliknya sendiri atau numpang, kalau numpang gak bisa dibangun,” jelas Ankum.
Untuk diketahui, sejak empat tahun lalu, Devi mengalami lumpuh, akibat pahanya ditimpah pohon karet saat ada angin kencang (diduga angin putting beliung). Kini devi hanya dirawat oleh kedua dari tiga anaknya yang ada, karena sang suami sudah meninggal.
Mirisnya Devi hanya dirawat oleh anak kedua dan ketiganya Rama (10), dan Mapi (4). Karena anak sulungunya Ringga (13), mengalami keterbelakangan mental.
Devi yang sudah tidak bisa bergerak, kesehariannya lebih banyak dihabiskan ditempat tidur. Bahkan untuk Buang Air Besar (BAB) dan Buang Air Kecil (BAK). Buah hatinya Rama dan Mapi yang masih sangat kecil, yang membantu merawat dan mengurus Devi, setiap hari.
Kendati Rama dan Mapi yang seharusnya lebih banyak bermain, justru harus melakukan rutinitas sehari-hari yang biasa dilakukan orang dewasa. Seperti memasak, membereskan rumah termasuk merawat sang ibu Devi.
Karena suami Devi sebagai tulang punggung keluarga sudah meninggal, kini mereka hidup bergantung dengan belas kasih orang-orang yang ada disekeliling mereka. “Ibu sering ke sini untuk nengok cucung-cucungnyo, jugo membawa makanan,” ujar Devi.
Selain itu, lanjut Devi, untuk makan sehari-hari, terkadang ada bantuan dari tetangga seputar rumahnya. Meskipun rumahnya terpencil dan jauh dari rumah penduduk yang lain. “Kadang ado tetanggo yang antar makanan,” kata Devi.
Kendati ditengah himpitan ekonomi, namun Devi, masih memiliki asa untuk melihat anak-anaknya kelak bisa sukses. Dia juga berharap agar anak-anaknya tabah dengan yang mereka hadapi sekarang.
Senada dikatakan Juriah (ibu kandung Devi). Menurutnya Devi merupakan sulung dari tujuh bersaudara. Setiap hari dirinya datang untuk membawa nasi sekaligus melihat cucu-cucunya. “Yo setiap hari antar nasi sambil nengok cucung,” pungkas Juriah. (yat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses