Wako Prabumulih Bayar Nazar Potong Sapi

Wako Prabumulih Bayar Nazar Potong Sapi
Wako Prabumulih penuhi Nazar dengan menyembelih sapi untuk dibagikan kepada masyarakat.
Posted by:

PASCA dilakukannya penandatangan proyek strategis kementerian energi sumber daya mineral (ESDM) tanda dimulainya pembangunan 32 ribu sambungan gas rumah tangga di kota Prabumulih, Walikota Prabumulih H Ridho Yahya langsung membayar nazarnya untuk menyembelih seekor sapi.
Penyembelihan sapi dilakukan oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, M Yusuf Arni SPd yang disaksikan langsung oleh Walikota, Sekretaris Daerah, Drs Djoharuddin Aini MM beserta beberapa kepala SKPD dan masyarakat Kelurahan Tanjung Raman, bertempat di Kelurahan Tanjung Raman, Senin (07/03) yang lalu.
Usai disembelih, daging sapi langsung dimasak dan selanjutnya dibagi-bagikan kepada masyarakat Tanjung Raman. Tak hanya itu saja, Ridho juga menggelar yasinan bersama masyarakat untuk memohon kepada Allah SWT agar pembangunan berjalan sesuai rencana.
Wali Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengakui, dirinya pernah bernazar menyembelih seekor sapi apabila Prabumulih mendapatkan sambungan baru gas kora sebanyak 32 ribu sambungan. “Nazar ini semata-mata agar proyek jaringan gas rumah tangga dikabulkan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,” ujar Ridho.
Dijelaskan Ridho, kepastian diperolehnya proyek ini setelah dirinya diundang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menyaksikan penandatangan kontrak proyek jaringan gas rumah tangga oleh tiga Badan Usaha Milik Negara di Plaza Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sepekan lalu yang disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi, belum lama ini.
Dengan tambahan 32,000 sambungan rumah tangga tersebut sambung Ir H Ridho Yahya, angan-angannya untuk menjadikan Kota Prabumulih sebagai kota percontohan gas skala nasional dan satu-satunya kota di Indonesia sudah terwujud. “Jaringan gas rumah tangga merupakan program Pemerintah Kota Prabumulih yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.Hal ini ditambah lagi, tidak adanya pungutan atau biaya sepersen pun untuk pemasangan jaringan gas,” bebernya.
Di sisi lain kata Ridho, gas ini ramah lingkungan dan relatif lebih aman dari gas elpiji. Jika tekanan gas elpiji 8-10 bar, maka tekanan gas bumi ini hanya 0,02 bar. Jika pun terjadi kebocoran, gas bumi langsung menguap ke udara dan hilang di bawa angin. Gas bumi juga jauh lebih bersih.
“Jadi masyarakat tidak perlu cemas kehabisan gas ini, sebab Prabumulih ini kaya akan gas bumi, kita tidak mau kekayaan gas bumi ini tidak dinikmati oleh masyarakat Kota Prabumulih ini,” ungkap Ridho. (abu/adv)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses