Warga Korban Banjir Tuntut Ganti Rugi (PT Waskita Tak Janji Dapat Surutkan Air)

Warga Korban Banjir Tuntut Ganti Rugi  (PT Waskita Tak Janji Dapat Surutkan Air)
Pertemuan perwakilan warga dengan pihak perusahaan membahas soal ganti rugi akibat banjir yang merendam pemukiman warga Sukadana, Senin (15/5). Foro Muin Palembang Pos
Posted by:

KAYUAGUNG – Puluhan warga korban banjir dari RT 03, 04 dan 05 Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI, menuntut ganti rugi pada perusahaan pelaksana pembangunan jalan tol. Tuntutan itu dilakukan Senin (15/5).
Warga beramai-ramai mendatangi kantor camat Kayuagung, menuntut pihak pelaksana membayar ganti rugi yang dialami warga yang terkena banjir akibat timbunan tol tersebut.Menurut Perwakilan Masyarakat, Hari Putra, setelah PT Waskita membuka Box Culvert (pintu air) sebanyak 2 buah, terbukti air yang menggenai rumah warga langsung surut.

“Itu artinya benar bahwa penyebab banjir yang menggenai ratusan rumah warga itu akibat dari timbunan pembangunan jalan Tol tersebut,” katanya dihadapan Camat dan perwakilan PT Waskita.Namun demikian, bukan berarti genangan air betul-betul kering, namun masih menggenangi pemukiman warga yang sudah berlangsung sejak sebulan lebih. Akibat banjir ini, warga mengalami kerugian material seperti, diding rumahnya rusak, lantai rumah rusak, alat elektronik kemudian sawah yang gagal tanam akibat terendam banjir.

“Masyarakat menuntut ganti rugi yang dialami akibat banjir tersebut,” jelasnya. Meski sudah di buat Box Culvert dan air mulai surut, masih ada puluhan rumah yang masih tergenang banjir.”Ini harus dipikirkan, jika memang pihak pelaksana tol tidak yakin, silahkan cek langsung ke lapangan, bagaimana kondisi dilapangan, ada 150 rumah terkena banjir, di RT 3, ada 35 rumah, RT 4 sebanyak 56, rumah dan RT 5 sebanyak 59 rumah,” ungkapnya.

Perwakilan pelaksana tol yang diwakili koordinator keamanan, Mulyani mengatakan, pihaknya siap memberikan ganti rugi atas apa yang dialami warga korban banjir tersebut. Dimana pihaknya juga berjanji akan membuatkan tambahan box culvert dari kontainer untuk menyurutkan air.Namun lanjut Mulyani, pihaknya tidak bisa menjamin air akan kering, namun hanya menjaga debit air agar balance bagian kiri dan kanan timbunan jalan tol.

“Kami siap mengakomodir keinginan warga, kami cek dulu kelapangan, kita data secara langsung, jumlah kerugiannya, bisa saja gantirugi itu berupa bahan bangunan atau uang,” terangnya.Sementara itu Camat Kayuagung, Dedi Kurniawan, meminta masyarakat untuk bersabar, bahwa perusahaan pelaksana tol sudah berusaha menyelesaikan tanggungjawabnya.”Hambatan yang dialami perusahaan karena mereka sedang ada transisi peralihan saham dari PT PIM ke Waskita, jika proses peralihan saham ini sudah selesai pasti semuanya cepat terlaksana, terima kasih kepada masyarakat atas pengertianya, yakinlah bahwa pelaksana tol akan bertanggung jawab atas peristiwa ini, kita juga harus mendukung proyek Tol ini, karena ini proyek Nasional,” terang Camat.

Setelah berdialog selama kurang lebih satu jam, selanjutnya Manajemen PT Waskita bersama Masyarakat langsung datang kelokasi eks banjir, untuk melakukan pendataan, dari hasil pendataan dari RT 3, 4 dan 5 masih ada puluhan rumah yang tergenang banjir meski air sudah surut. Semuanya ada 150 rumah terkena banjir, di RT 3, ada 35 rumah, RT 4 sebanyak 56, rumah dan RT 5 sebanyak 59 rumah. (jem)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses