Waria Tewas Dihantam Gas Melon

Waria Tewas Dihantam Gas Melon
Badek alias Aldi alias Cika semasa hidup
Posted by:

Palembang – Salon Kiki, salon potong rambut dan rias pengantin di Taman Perumahan Maskerebet Jl KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Talang Kelapa, mendadak ramai. Seorang pengawai Salon Kiki, Badek alias Aldi alias Cika (25), ditemukan tewas terkapar bersimbah darah. Posisi jasadnya tergeletak di lantai dalam salon. Kematian Cika, waria ini pertama kali diketahui rekannya sekaligus pemilik salon, Kottob alias Kiki (25).

Disinyalir kuat, kepala korban dihantam tabung gas melon 3 Kg dengan mulut dibekap dan leher dijerat kaos. Diketahui Cika, warga asal Desa Tanjung Raja, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, dari keterangan Kiki, pegawai salon baru sebulan belakangan dia kenal dan bekerja di tempatnya.

“Aku datang ke salon agak siangan, sekitar jam 11.30 WIB, ya mau kerja ke salon aku. Nah waktu sampai kok jam 08.00 WIB, salon belum dibuka sama si Cika. Padahal biasanya sudah buka, pintu rolling door masih tertutup dari dalam,” ungkapnya.

Kiki pun berusaha memanggil Cika dari luar, namun berkali-kali di panggil tidak ada jawaban. “Aku teriak panggil-panggil, Cika Cika, karena dia kan kerja juga tinggal tidurnya di dalam salon. Jadi aku buka pakai kunci yang aku bawak. Kagetlah aku lihat si Cika, posisinya di lantai dengan banyak darah,” bebernya.

Melihat rekannya, spontan Kiki minta tolong warung pempek sebelah. Hanya dalam hitungan menit warga sudah ramai mengerumuni salon, di susul pihak kepolisian dan TNI datang melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan bukti di lapangan.

Dia sudah lama buka salon sekitar 3 tahun. ‘’Cika ini belum sebulan kerja ikut aku, dari akhir Desember 2017 kemarin. Tadinya kerja di Selly Salon di Kebun Bunga. Aku juga belum terlalu kenal sama Cika ya, tapi kalau kesehariannya tidak banyak bicara cenderung kalem malah. Ada masalah apa, dia juga tidak cerita masalah pribadinya,” jelas Kiki.

Sehari sebelum kejadian tragis itu, diketahui Cika pada Senin malamnya, saat Kiki menutup salon dan pergi, Cika seperti galau, berhubungan telpon dengan istri dari pacar atau cowoknya orang Bangka.

“Kiki malam sebelum kejadian kelihatan galau sekali, sampai susah disuruh makan,” ujarnya.

Ada pun status jejaring sosial FB milik Insirah Cika Bae, sempat menulis di dindingnya, seperti tengah galau dengan seseorang yang khusus.

“Sudahlah jika memang kau masih punya istri, kau bilang pun gak papa, aku yang akan pergi. Dari pada kita selalu dekat bukan bahagia tapi penderitaan buat ku kau. Jalani lah bersama istrimu, karena kau tau kebahagiaan mu itu dengan siapa lagi. Aku apa daya gak kan pernah bisa buatmu bahagia. Aku bukanlah cinta yang kau harapkan. Tapi pelampiasan semata, hanya kau yang tau semua tentang hidupku, aku hanya bisa berdoa semoga kau bahagia. Disana cepat atau lambat aku kan usahakan buat belajar melupakanmu,” demikian statusnya.

Sedangkan Kakek Naning (75) saat berada di lokasi kejadian kepada Palembang Pos, mengatakan malam sebelum kejadian memang Cika diketahuinya pergi dengan teman-temannya ke acara hiburan organ tunggal.

“Padahal Badek ini anak semata wayang, orang tuanya tinggal di OI, sudah lama di Palembang. Ya kerja di salon dan tinggal disana, memang begitu bawaanya agak kemayu,”ujar warga Jalan Soekarno Hatta, Sukarame ini, dengan nada pasrah.

Giliran pemilik warung pempek Rara, yakni Erna yang warungnya berada di samping Salon Kiki mengaku tidak ada tanda-tanda mencurigakan malamnya sebelum kejadian.

Pasalanya pukul. 21.00 WIB ia telah menutup warung miliknya. “Cuma pagi-pagi itu agak aneh, tidak seperti biasanya. Kalau jam 08.00 WIB, Cika yang jaga salon sudah buka dan bersih-bersih,  nyapu. Ini kok sepi, pintu rolling dor masih rapat. Nah baru siangnya waktu Kiki yang punya datang, teriak-teriak minta tolong,” ungkapnya.

Kapolsek Sukarame Kompol Rivanda SIk didampingi Kanit Reksrim Iptu Marwan SH menegaskan pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan penyelidikan perkara pembunuhan tersebut. “Saat ini sedang kita gali lebih lanjut, apa motif pembunuhan di dalam salon ini,” ujarnya.

Untuk dugaan sementara dikatakannya korban tewas setelah dihamtam benda keras benda tumpul dan ada bekapan dan jeratan dengan kaos atau kain.

“Barang bukti seperti tabung gas melon 3kg, kain dan kasur yang berlumur darah terlihat di lokasi. Untuk jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sumsel untuk divisum,’’ujarnya. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses