Waspada, Bencana Mengintai

Waspada, Bencana Mengintai
Bencana banjir di salah satu daerah di Provinsi Sumsel yang menimbulkan kerugian materil.
Posted by:

CUACA  yang saat ini masih tak stabil berbias pada kondisi sejumlah daerah yang rawan bencana di sejumlah daerah di Indonesia tak terkecuali Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Dimana sejumlah daerah seperti di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Musi Rawas Utara (Muratara), dan Lahat mengalami banjir di beberapa wilayah setempat. Tak ketinggalan juga Kota Palembang yang sudah menjadi langganan banjir setiap turun hujan.

Selain itu,yang baru terjadi yakni bencana tanah longsor di Kabupaten OKU Selatan (OKUS) yang terjadi Kamis malam (31/3).Tanah longsor sepanjang 30 meter dengan ketinggian 15 meter terjadi di Tebing Merantih Desa Sugihan Kecamatan Muaradua Kisam. Akibat bencana itu, akses jalan empat desa meliputi Desa Sugihan, Dusun  Tengah, Desa Tanjung Tebat dan Desa Lawang Agung sempat terputus.

Akses baru bisa dibuka Jumat pagi (1/4), sekitar pukul 08.00 WIB, setelah warga empat desa bergotong royong membuka longsor dengan menggunakan peralatan seadanya. Dari bencana-bencana tersebut, walaupun tidak sampai menimbulkan korban jiwa namun jelas mendatangkan  kerugian secara materil lantaran menimpa tempat tinggal penduduk serta fasilitas umum seperti jalan dan lain-lain.

Untuk itulah, pemerintah baik provinsi maupun kabupaten kota harus mempunyai program antisipasi guna menghadapi bencana seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung ataupun letusan gunung berapi  yang bisa datang sewaktu-waktu. Langkah tersebut untuk mencegah dan meminimalisir datangnya korban dan kerugian materil yang diakibatkan bencana tersebut.  

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel melansir wilayah Sumsel akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk mewaspadai bencana banjir dan longsor.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Sumsel, Indra Purna, Jumat (1/4) mengatakan, untuk wilayah Sumsel khususnya Palembang, curah hujan yang turun sekitar 300 milimeter dan kondisi termasuk termasuk sedang. “Hal ini bisa berdampak pada terjadinya bencana seperti banjir dan longsor,” kata Indra.

Adapun wilayah yang diperkirakan terindikasi longsor lanjutnya, berada di daerah barat Provinsi Sumsel.“Daerah-daerah yang diperkirakan akan terindikasi banjir dan longsor yakni daerah Sumsel bagian barat seperti Kabupaten Empat Lawang, OKU, dan Musirawas. Sedangkan Palembang diperkirakan akan terjadi banjir terutama daerah dekta aliran sungai,” jelas dia.

Tingginya curah hujan ini, kata dia, disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi khusus di wilayah Sumatera terjadi dalam April ini. Sebab, cuaca buruk disebabkan adanya pertemuan awan dari sebagian besar wilayah Asia menuju garis ekuator. “Memang kondisi hujan setiap daerahnya tidak sama, tapi kita prediksi puncak musim hujan dengan intensitas tinggi tahun ini akan terjadi pada Februari ini hingga Maret mendatang,” ucapnya.

Bahkan, beber dia, sejumlah daerah tersebut dalam sebulan terakhir mulai ada yang dilanda banjir dan tanah longsor, melihat kondisi tersebut masyarakat di daerah tersebut dihimbau meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana alam tersebut.“Kita harapkan dampak negatif dari musim hujan dapat dihindari atau paling tidak bisa diminimalkan kerugian harta benda dan korban jiwa,” harap dia.

Terkait antisipasi dan tanggap bencana, Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Muratara baru memiliki satu unit perahu karet dan speedboat. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Muratara, Z Arifin Daud. Meskipun kondisi dengan keterbatasan alat transportasi, namun Pemkab Muratara lanjut Arifin, tetap siaga dan sigab dalam mengatasi korban banjir dan penyaluran bantuan.

“Kita selalu siap dalam mengatasi bencana banjir, mengingat di wilayah Kabupaten Muratara ini banyak masyarakat yang tinggal di pinggir DAS, “ujarnya. Langka apa yang diambil dalam menghadapi bencana banjir dan longsor? Arifin menjelaskan jika terjadi bencana banjir pihaknya langsung melakukan peninjauan dan bahkan mengintruksikan kepada seluruh Camat, Lurah dan Kades untuk melakukan pendataan terhadap korban banjir.

Bahkan pendataan itu bukan hanya Kepala Keluarga (KK), namun juga kerusakan yang diakibatkan oleh banjir. Namun mengenai longsor, dijelaskan Arifin, di Muratara tidak ada daerah berpotensi longsor, sebab geaografi wilayahnya datar. Upaya apa yang dilakukan untuk memenuhi kekurangan peralatan antisipasi bencana, dikataka Arifin, pihaknya sudah mengusulkan anggaran ke Dinsos Provinsi dan Kemensos.

“Kita sudah mengusulkan alat transportasi air kepada Dinsos Provinsi dan Kemensos dan jika tidak berhasil usulan tersebut akan dianggarkan menggunakan dana APBD, “bebernya. Berapa anggaran yang disiapkan? Arifin menuturkan, mengenai anggaran pihaknya tidak tahu pasti jumlahnya berapa, namun yang lebih paham itu pihak DPPKAD dan bukan pihaknya yang menyediakan anggaran untuk bencana banjir.

“Yang menyediakan dana bencana itu pihak DPPKAD dan kita hanya bersifat penyaluran bantuan dan pendataan korban banjir saja, ” tuturnya. Terkait bencana banjir baru-baru ini, dikatakan Arifin, yang tertimpa banjir sebanyak 1.2589 kepala keluarga (KK). Asal korban dari empat Kecamatan seperti Kecamatan Rupit 5.500 KK, Kecamatan Karang Jaya 673 KK, Kecamatan Rawas Ulu 126 KK, Kecamatan Rawas Ilir 5,584 dan Kecamatan Karang Dapo 706 KK.

Sebelumnya Wakil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni mengatakan untuk menyikapi permasalahan banjir, pihaknya membuat tim terpadu Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) dan nantinya akan bekerjasama dengan universitas untuk mengkaji mengenai cuaca yang saat ini tidak bisa dibaca dan tidak stabil

Sedangkan Pemkab Lahat mendata awal 2016 terjadi bencana banjir yang melanda Kecamatan Kota Lahat, Kikim Timur, Gumay Talang, Kikim Selatan dan Tanjung Sakti Pumi. Tak hanya itu, bencana longsor menerjang pemukiman warga wilayah Kecamatan Pulau Pinang dan beberapa titik ruas jalan tertutup, termasuk rel kereta api.

Meski tidak ada korban jiwa dalam bencana alam itu, kerugian materi diperkirakan ratusan juta rupiah. Dana yang tersedot pasca bencana pun cukup besar. Akibatnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat mengalami kekosongan dana taktis. “Siaga tetap. Dana taktis kosong,” kata Kepala BPBD Lahat Ismail Lukman, seraya enggan menyebutkan besar dana yang disiapkan untuk tahun 2016.

Tanpa dana taktis, ungkap Ismail, bukan berarti BPBD hanya berdiam saja saat terjadi bencana. Namun, upaya yang dilakukan mulai dari antisifasi hingga pasca bencana, hanya sebatas kemampuan. “Kalau yang sifatnya kecil cukup camat. Tapi skala besar, kami koordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas PU, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan,” jelasnya.

BPBD Lahat juga memiliki tim besar, bila suatu ketiga terjadi bencana. Tim yang dikomandoi BPBD ini dengan unsur, Kodim 0405 Lahat, Polres Lahat dan instansi terkait lingkungan Pemkab Lahat. Sedangkan BPBD sendiri selalu siaga dengan satuan tugas yang selalu siapkan. “Ada 20 personil satgas tanggap darurat yang kami miliki. Kami juga selalu koordinasi dengan aparat pemerintahan paling, seperti kades dan lurah dalam memantau bencana, hingga tim langsung bergerak cepat,” katanya.

Disisi lain, bila terjadi bencana BPBD hanya bersifat darurat. Sementara bila bersifat jangka panjang, seperti terjadi kerusakan jalan Dinas PU Bina Marga yang menanganinya. “Kami juga tidak tersedia untuk dana tanggap darurat. Tapi kami juga selalu siap bila terjadi bencana,” tambah Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Lahat Herman Oemar, melalui Sekretaris Ahmad Hartawan.

Terpisah Kepala BPPD Kabupaten OKU Selatan Mahpi Abubakar SE mengatakan, terkait bencana tanah longsor, pihaknya telah menurunkan stafnya bersama alat berat untuk meninjau lokasi sekaligus melakukan tindakan tanggap darurat. “Sementara ini yang kita lakukan dengan menerjunkan alat berat untuk menyingkirkan material longsor dari badan jalan, sehingga akses masyarakat empat desa itu bisa kembali lancar dan normal,” tandas Mahpi. (omi/res/rif/cw02)
12589 rumah terendam banjir

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses