Waspadai Peredaran Daging Celeng

Waspadai Peredaran Daging Celeng
Masyarakat diimbau waspada untuk membeli daging sapi, karena naiknya harga daging sapi dikhawatirkan dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk menjual daging oplosan. foto dok / palembang pos
Posted by:

PALEMBANG – Mahalnya harga daging sapi di pasaran yang menembus Rp 140 ribu-Rp 150 ribu, dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menjual daging oplosan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, dan tidak sembarangan membeli daging.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan Sumatera Selatan, Amruzi Minha, mengimbau kepada masyarakat supaya berhati-hati dalam membeli daging di pasaran. Pasalnya, seringkali ditemukan oknum pedagang nakal yang menjual daging bukan daging sapi sesungguhnya.

“Perlu adanya kewaspadaan dari masyarakat, jangan sampai salah memilih dan membeli daging. Dulu kan pernah terjadi pedagang yang curang menjual daging sapi ternyata itu daging celeng setelah diperiksa di laboratorium,” ungkap Amruzi.
Amruzi menyebut, daging-daging yang beredar di pasar tradisional perlu diwaspadai ke-higienitasan-nya. Pasalnya, berdasarkan pemantauan yang dilakukan banyak ditemukan daging yang tidak melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu. Terutama, daging-daging yang dipotong diluar Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

“Makanya, sebelum masuk RPH itu seluruh hewan harus masuk ke Rumah Sakit Hewan dulu untuk diperiksa kesehatan. Daging-daging impor yang masuk ke super market saja harus melalui pemeriksaan kita dulu, apalagi hewan-hewan yang dipotong disini,” terang dia.
Untuk itu, pihaknya berencana akan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) untuk mencegah aksi pemotongan hewan illegal tersebut.

Sementara itu, untuk menekan harga daging, Bulog Sumsel menggelar operasi pasar. Sekitar 7 ton daging sapi beku didatangkan dari Jakarta.
Kepala Bulog Divre Sumsel, Mansur Sinin mengatakan, dengan adanya OP daging sapi yang dijual Rp 90 ribu/kg ini, diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membeli daging sapi dengan harga murah.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel Permana mengatakan, kualitas daging sapi beku sama saja dengan daging segar yang dijual oleh pedagang di pasaran.

“Kami terus memberikan sosialisasi pada masyarakat jika kualitas daging beku ini sama dengan daging segar. Bahkan kami jamin terkait kesehatan daging beku ini,” ucapnya.

Menurutnya, pengusaha rumah makan yang banyak membeli daging beku ini. “Tapi kita harap masyarakat sudah harus berpikir cerdas jika daging beku ini sama baiknya dengan daging segar,” katanya.

Sedangkan mengenai harga jual daging OP sebesar Rp 90 ribu yang masih belum menuruti instruksi Presiden Joko Widodo sebesar Rp 80 ribu, Permana menyatakan pengiriman daging dari Jakarta ke Palembang membutuhkan cost.

“Kami juga harus menyeimbangkan dengan harga di pasar. Kalau dijual Rp 80 ribu, bedanya jauh sekali. Nanti, malah pedagang di pasar yang kesulitan. Meskipun kami yakin, warga tetap akan membeli daging segar meski harganya melambung,” pungkasnya. (ety/ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses