Masuk Kabinet, Wiranto Mundur dari Ketum Hanura?

Masuk Kabinet, Wiranto Mundur dari Ketum Hanura?
Presiden dan Wapres serta menteri yang baru.
Posted by:

JAKARTA –  Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan menteri barunya dalam kabinet kerja periode 2014-2019 di Istana Negara. Dalam pengumuman tersebut, terdapat sejumlah wajah baru yang menjadi menteri. Selain menteri yang digeser posisinya ke kementerian dan lembaga.

Ada nama yang menarik masuk kabinet yakni, Wiranto ketua umum Hanura. Sebab sesuai ketentuan dalam jajaran menteri tidak boleh rangkap jabatan.

Presiden Jokowi mengatakan, perombakan ini untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antara kaya dan miskin. “Saya memutuskan untuk melakukan perombakan kabinet kerja yang kedua,” ujar Presiden Jokowi, kemarin.


Perombakan diharapkan bisa menyelesaikan masalah perekonomian bangsa saat ini.

Pergeseran posisi menteri dan lembaga terjadi pada:

1. Luhut Binsar Panjaitan menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

2. Bambang Brojonegoro menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional.

3. Sofyan Djalil menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang.

4. Thomas Trikasih Lembong menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.



Sementara yang masuk menjadi menteri baru pada kabinet ini:

1. Wiranto menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

2. Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan.

3. Eko Putro menjadi Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal, dan Transmigrasi.

4. Budi Karya menjadi Menteri Perhubungan.

5. Muhajir Effendi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

6. Enggartiasto Lukito menjadi Menteri Perdagangan.

7. Archandra Tahar menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

8. Asman Abnur menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

9. Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian.

Sementara, Presiden Joko Widodo mengatakan reshuffle atau perombakan kabinet untuk kedua kalinya yang dilakukan hari ini dilatari pertimbangan yang matang.

Dia mengatakan, perombakan kabinet ini untuk merespons tantangan yang terus berubah. “Dan tantangan yang terus berubah membutuhkan tindakan yang cepat pula,” ujar Presiden, saat mengumumkan perombakan kabinet di kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.

Salah satu tantangan yang harus dihadapi, ucap Jokowi, kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan yang miskin. Menurut Presiden, kesenjangan itu masih terasa di berbagai wilayah dan harus ditangani sesegera mungkin.


Sebagai acuan, Lembaga Survei Indonesia pada 2014 pernah menyampaikan, tingkat ketimpangan ekonomi di Indonesia mencapai 49 persen.
Bahkan Bank Dunia juga pernah menyatakan 50 persen pendapatan negara masih dinikmati yang kaya dibanding merata antara yang kaya dan miskin.


“Harus buka lapangan kerja seluasnya untuk mengurangi pengangguran,” ujar Presiden.

Dia menambahkan, tantangan lain adalah merespons melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Ini harus dijawab dengan penguatan ekonomi nasional.


Menurut Jokowi, tantangan itu tidak akan bisa direspons dengan cepat dengan susunan kabinet sebelumnya.

Dia mengaku, membutuhkan kabinet yang lebih solid, efektif, dan saling mendukung dalam bekerja. Itulah alasan dilakukan perombakan kabinet. “Tim yang solid, saling mendukung untuk mendapat hasil nyata dengan tempo cepat,” ujarnya. (tmp)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses