Zona Berbahaya

Zona Berbahaya
Posted by:

Tumpahan minyak di laut membawa dampak bagi biota dilingkungan sekitar. Ada dua tipe pencemaran minyak, yakni minyak larut dalam air dan mengapung pada permukaan air. Ada juga minyak yang tenggelam dan terakumulasi di dalam sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan-batuan di pantai.
Hal itu ditegaskan, Ir M Syafei Surahman MT, pakar biota laut. Dikatakannya, minyak yang mengapung pada permukaan air tentu dapat menyebabkan air berwarna hitam dan akan menggangu organisme yang berada pada permukaan perairan.
‘’Kawasan terkena pencemaran tumpahan minyak menjadi zona berbahaya baik bagi lingkungan maupun kesehatan mahluk hidup,’’ ujarnya.
Tentu akan mengurangi intensitas cahaya matahari yang akan digunakan oleh fitoplankton untuk berfotosintesis, dan dapat memutus rantai makanan pada daerah tersebut.
‘’Jika demikian, maka secara langsung akan mengurangi laju produktivitas primer pada daerah tersebut karena terhambatnya fitoplankton untuk berfotosintesis,’’ ujarnya.
Sementara pada minyak yang tenggelam dan terakumulasi di dalam sedimen, sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan-batuan di pantai, akan mengganggu organisme interstitial maupun organime intertidal.
‘’Organisme intertidal merupakan organisme yang hidupnya berada pada daerah pasang surut. Efeknya adalah ketika minyak tersebut sampai ke pada bibir pantai,’’ ujarnya.
Maka organisme yang rentan terhadap minyak seperti kepiting, amenon, moluska dan lainnya akan mengalami hambatan pertumbuhan, bahkan dapat mengalami kematian.
Pencemaran laut terjadi jika dimasukkannya oleh manusia, baik langsung maupun tidak. Sesuatu benda, zat atau energi ke dalam lingkungan laut. Sehingga menimbulkan akibat sedemikian rupa kepada alam dan membahayakan kesehatan serta kehidupan manusia dan ekosistem serta merugikan lingkungan yang baik dan fungsi laut sebagaimana mestinya. (cw06)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses