PLAJU - Pertamina akan melakukan perluasan perubahan pola distribusi elpiji 12 kg, dari pola SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji) menjadi pola SPPEK (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Elpiji Khusus) ke seluruh Sumatera. Sebelumnya, perubahan pola distribusi ini telah dilaksanakan untuk daerah Kepulauan Riau, Bangka, Kalimantan dan
Sulawesi pada tanggal 15 Mei 2013 lalu. Dengan pola SPPEK ini, harga produk elpiji masih tetap mendapatkan "subsidi" dari Pertamina, sedangkan biaya distribusi akan menjadi komponen biaya harga jual ke konsumen. Rico Raspati Media Corporate Communication Pertamina (Persero) mengatakan, harga jual elpiji 12 kg dari agen elpiji ke konsumen di seluruh Indonesia yang sebelumnya sama, akan berbeda sejak pola SPPEK diterapkan. Harga akan sesuai dengan jarak ke titik pasoknya. “Harga jual elpiji 12 kg di daerah tersebut akan disesuaikan dari semula Rp 70.200,-/tabung menjadi antara Rp74.700,-/tabung sampai dengan Rp 82.700,-/tabung (kenaikan antara Rp4.500,-/tabung sampai dengan Rp12.500,-/tabung) tergantung dari jauh dekatnya SPPBE dengan titik pasoknya,” katanya. Pengguna Elpiji 12 kg, lanjut dia, adalah rumah tangga dengan pendapatan menengah ke atas serta usaha dan restoran kelas menengah. Sementara itu, untuk rumah tangga menengah ke bawah dan usaha kecil, Pertamina menyediakan elpiji 3 kg yang disubsidi sepenuhnya oleh Pemerintah, dimana harga jualnya tidak mengalami perubahan. “Selama ini, harga jual Pertamina untuk elpiji 12 kg ke konsumen masih jauh di harga keekonomian , yaitu hanya Rp4.912,-/kg (setelah dipotong pajak dan margin agen), sedangkan Harga Pokok Perolehan (HPP) Elpiji mencapai Rp 10.064,-/kg (sebelum pajak). Artinya, Pertamina telah memberi subsidi sebesar Rp 5.152,-/kg kepada pelanggan Elpiji 12 kg yang sebenarnya tergolong kelompok masyarakat menengah atas,” terang dia. Secara total, dengan penjualan elpiji 12 kg sebesar 918.000 MT selama tahun 2012, maka kerugian Pertamina dari penjualan Elpiji 12 kg selama tahun 2012 mencapai lebih dari Rp 4,7 triliun. Penyesuaian harga elpiji 12 kg sebesar Rp 4.500-Rp12.500,-/tabung ini, diharapkan dapat mengurangi kerugian yang dialami Pertamina dari penjualan elpiji 12 kg. (ove)
|