Sumsel -
Hadapi Pemilihan Umum dan pemilihan presiden RI 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pagaralam, merekrut Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sebanyak 3.640 orang petugas KPPS.
Komisioner KPU Kota Pagaralam Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Irfan, kemarin. Menurutnya, untuk pemilu 2019 pihaknya akan merekrut anggota KPPS dalam jumlah yang lebih banyak dari pada pileg Juni lalu. Pasalnya pemilu 2019 ini lebih sulit dan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) juga nambah.
Irfan menyebutkan, jumlah TPS di Pemilu 2019 nanti ada sebanyak 520 buah. Jumlah TPS ini bertambah 92 dari jumlah TPS Pilkada 2018 yang sebanyak 428 buah.
Ia mengatakan,Inilah sebabnya, jumlah petugas KPPS juga bertambah. apabila di Pilkada 2018 lalu jumlah petugas KPPS se-Pagaralam ada 2.996 orang, maka di Pemilu 2019 menjadi 3.640 orang dan diyakini pihaknya dapat melakukan rekrutmen KPPS untuk Pemilu 2019.
Waktunya masih cukup lama. Jadi, sebagai tahap awal, kami akan sosialisasikan kepada PPK dan PPS mengenai pembentukan KPPS,” tuturnya.
Data menyebutkan jumlah TPS Pemilu 2019 yang paling banyak berada di Kecamatan Pagaralam Selatan dengan 176 titik. Diikuti Pagaralam Utara dengan 176 titik TPS. Lalu di Dempo Utara dengan 95 titik TPS. Dempo Tengah dengan 58 titik TPS. Sedangkan jumlah TPS paling sedikit berada di Dempo Selatan yakni sebanyak 53 titik.
Menurut Komisioner KPU Kota Pagaralam Divisi Program dan Data Rahmat Qori Setiawan jumlah TPS Pemilu 2019 jadi lebih banyak ketimbang Pilkada karena adanya pemekaran. “Pemekaran TPS merupakan instruksi dari KPU RI,” ucap Qori, belum lama ini.
Dijelaskannya, pemekaran ditujukan supaya tidak terjadi penumpukan jumlah TPS. KPU RI menginginkan, supaya dalam satu TPS hanya diisi jumlah pemilih di bawah 300 orang. Dengan demikian, proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS berjalan cepat. Kalau tidak dimekarkan, dikhawatirkan proses pemungutan dan penghitunagn suara bisa sampai malam,” katanya.(Ist)
No Responses