*Hibahkan Alat, Penunjang Produksi Makanan
PALEMBANG- Melihat kekayaan alam yang terkandung di Sungsang IV Kabupaten Banyuasin, maka Yayasan Belantara diwakili Sekolah Tinggi Pariwisata Trsiaksi melakukan pembinaan kepada masyarakat setempat. Untuk mengelolah hasil alam menjadi produk makanan yang bernilai jual.
Untuk diketahui sebelumnya, Yayasan Belantara diwakili Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati SE.MM didampingi Dr. Djanadi Bimo Prakoso, MPA, M.Sc, Ketua Umum Yayasan Trisakti menyerahkan secara langsung hibah peralatan produksi makanan yang diterima oleh Kades Sungsang IV, Romi Adi Candra.
Sementara itu, Kepala Pusat Bisnis Pariwisata Trisakti Novita W. S menuturkan, dengan bantuan alat ini diharapkan produk unggulan khas dari Sungsang dapat bernilai jual tinggi.
“Banyak sekali yang bisa dilakukan di Sungsang ini, baik hasil alam. Kekayaan alam yang indah dan lainnya yang mampu menjadi daya tarik pariwisata. Untuk itu, alat yang diberikan diharapkan dapat memberikan jalan dan bantuan untuk masyarakat memiliki penghasilan yang siap beredar dipasaran bebas” tutur.
Dengan harga jual mulai Rp 15 - Rp 45 ribu perbungkus terdiri dari Pasker, coconut chips, abon ikan, kerupuk hingga terasi khas Sungsang yang memiliki citarasa dan khas yang lezat. “Sungsang itu kaya akan hasil alamnya, hal ini tentu disayangkan jika tidak diolah dan menjadi nilai jual ekonomi untuk masyarakat sekitar. untuk itu pula, kita mendatangkan koki khusus yang melatih masyarakat disana untuk membuat olahan makanan yang lezat,” terang Novi.
Meskipun dikauinya, hasil produksi belum mencapai angka maksimal karena adanya kendala jalur pengiriman barang dari Sungsang ke Palembang. Dimana, belum adanya perusahaan expedisi atau perusahaan jasa pengantaran barang lainnya.
“Perlu adanya support penuh dari Pemerintah kabupaten dan Provinsi untuk pengembangan dan promosi produk, terutama dari desa-desa yang sebenarnya memiliki potensi sumber daya alam yang berlimpah. Selain itu, kedepannya badan UKM pemprov perlu merangkul masyarakat agar mereka terus bangkit meningkatkan perekonomian untuk keluarganya maupun untuk desanya,” harap Novi.
Masih dikatakan Novi, tidak hanya hasil produksi makanan saja. Namun, pihaknya juga melakukan pembinaan kepada masyarakat dikawasan tersebut, untuk dapat mempromosikan ecowisata dan wisata minat khusus ke taman nasional Berbak Sembilang dan Kampung Nelayan yang ada di desa Sungsang IV.
“Kendala untuk bisnis ini juga ada, dimana wisata perlu perbaikan jalur darat menuju desa Sungsang IV dan adanya transportasi air yang menawarkan kenyamanan dan keselamatan penumpang,” tutup Novi. (nik)
No Responses