PALEMBANG –
Memasuki tahun keempat, Program Kuliah Gratis (PKG) yang diadakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami peningkatan yang cukup pesat. Pasalnya, pada tahun 2018 ini tercatat ada 65 mahasiswa yang lulus seleksi PKG di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid Jakarta dengan Program magang ke Jepang dan Australia.
Rabu kemarin, pembekalan dan pelepasan penerima beasiswa program kuliah gratis STP Sahid Jakarta dengan program magang ke Jepang dan Australia digelar di aula Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel. Kepala Bidang (kabid) SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Dra. Erlina M.Si mengatakan jika mahasiswa yang lulus seleksi ini akan di gratiskan biaya pendidikannya hingga selesai.
“Jadi PKG ke STP Sahid Jakarta ini merupakan salah satu program Pemprov Sumsel yang memang digratiskan dalam arti, biaya pendidikan mereka hingga selesai akan ditanggung oleh pemprov Sumsel, termasuk biaya visa mereka ke Jepang dan Australia nantinya,” jelasnya, Rabu, (15/8/18).
Dalam penjelasannya, Erlina mengatakan jika tahun ini minat PKG ke STP Sahid meningkat pesat, setelah tiga tahun terakhir hanya berkisar 12-20 orang, maka tahun ini mencapai 65 orang. “Minat mereka ke STP Sahid ini sangat melonjak, kita baru pelepasan anak-anak penerima PKG ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu hanya 9 orang, dari 20 pendaftar yang lulus,” tambahnya.
Acara pembekalan dan pelepasan mahasiswa PKG ini dimulai pukul 10 pagi, dan dihadiri oleh Direktur Eksekutif STP Sahid Jakarta beserta jajarannya. Rencananya mahasiswa yang sudah lulus akan diberangkatkan pada tanggal 5 September 2018 dan biaya keberangkatan ditanggung oleh pihak STP Sahid Jakarta.
“InsyaAllah tiket berangkat ke Jakarta disiapkan oleh STP Sahid dan selama disana mereka juga akan tinggal di asrama yang tentunya asrama mahasiswa laki-laki dan perempuan akan dipisah,” lanjutnya.
STP sendiri menyediakan program Diploma1 (D1), D3, dan D4, kemudian bagi anak-anak yang telah lulus di PKG ini, boleh melanjutkan ke D3 dan D4 di STP Sahid Jakarta. Selama kuliah di Jakarta, anak-anak penerima PKG ini harus belajar bahasa dan kebudayaan Jepang dan Australia. “Alhamdulillah tahun ini nambah satu negara lagi yaitu Australia, jadi anak-anak harus lulus bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Diharapkan mereka cepat belajar bahasa dasarnya dulu, agar ketika sampai disana, mereka bisa melanjutkan kuliah bahasa Jepang ataupun bahasa Ingrris, dan mendapatkan sertifikat dari negara tersebut,” ujarnya.
Selain itu, Kabid SMK Disdik Sumsel juga menjelaskan jika mereka bisa memilih negara mana yang mereka inginkan, juga memberitahu kepada masyarakat bahwa PKG yang dicanangkan pemprov Sumsel ini memang benar-benar ada dan nyata.
“Mereka yang pilih sendiri mau ke negara mana, karena disana tidak hanya kuliah, tapi juga magang sehingga ketika selesai menimba ilmu disana, mereka bisa membiayai kuliah mereka sendiri dengan penghasilan yang telah mereka dapatkan jika ingin melanjutkan D3 dan D4, kita juga sudah menampilkan beberapa testimoni dari angkatan-angkatan sebelumnya, ini menunjukkan bahwa PKG merupakan program pemerintah yang memang benar adanya,” pungkasnya.(Str)
No Responses