Palembanv-Presiden Asian Sepak Takraw Federation (ASTAF) Dato Abdul Halim bin Kader meninjau GOR Ranau yang jadi venue Sepak Takraw Asian Games 2018, Senin (13/8) siang. Dalam kesempatan itu Dato Halim mengultimatum penyelesaian venue Sepak Takraw pada Kamis (16/8).
Saat ini Venue yang memakai GOR Ranau itu hanya tinggal pemasangan court (lapangan) pertandingan. Sementara plywood sebagai lantainya telah terpasang dengan rapi.
Menurut Dato, butuh persiapan untuk mengirimkan beberapa peralatan Takraw menuju Indonesia. Hal ini yang menjadi faktor keterlambatan finishing Venue tersebut.
Namun saat ini, barang tersebut telah lolos dari Dirjen Bea Cukai Indonesia yang berada di Tanjung Priok. Dan sekarang dalam perjalanan menuju ke Kota Palembang.
“Saya dapat laporan pak Hary Warganegara Harun dari Deputi 1 Inasgoc, ke-7 lembar court termasuk bola takraw yang berjumlah hampir 700 dalam perjalanan ke Palembang,” ujarnya Senin (13/8/2018).
Ia melanjutkan, jika barang yang dikirim dari Thailand tersebut telah sampai maka setidaknya butuh waktu 12 jam untuk memasang lantai Court pertandingan. Ditambah lagi, 6 jam untuk pemasangan Court tambahan untuk latihan pertandingan.
“Saya yakin ini bisa beres pada 16 Agustus pukul 18.00 WIB semua pengerjaan telah selesai. Pengerjaan sendiri dibantu oleh 60 orang Volunteer yang bekerja secara sukarela untuk membantu pemasangan alat-alat,” jelas Dato Halim.
Dato Halim memastikan jadwal tersebut tidak akan meleset. “Kita berterimakasih kepada Venue manajer pak Islah Taufik, Pemerintah, dan semua pihak yang membantu,” ulasnya.
Praktis, pihaknya memang tidak memberi izin kepada negara peserta untuk mengadakan ujicoba lapangan. Hal tersebut agar persiapan Venue bisa lebih fokus.
“Ini mengganggu persiapan-persiapan Inasgoc karena ini bukan latihan. Lapangan nanti untuk pertandingan,” tukasnya. (kie)
No Responses