PALEMBANG - Menjaga kamtibmas suasana pemilihan legislatif dan Pilpres 2019 mendatang, Polda Sumsel telah menyiapkan rangkaian pengamanan pesta demokrasi di Sumsel ini. Di antaranya mengatasi berita hoax alias berita bohong, yang bisa memperkeruh keadaan.
Satgas money politik yang ketat mengawasi jual beli suara. “Mengatasi berita hoax, kita ada satgas Cyber Troop, memang telah dibentuk. Jadi kita pantau berita-berita yang menjelek-jelekan akan kita selidiki, mulai dari pelanggaran IT hingga pasal pencemaran nama baik. Kami juga ada Satgas Money Politik, jadi khusus menyisir kemungkinan para pelaku yang menggunakan uang untuk politik,” jelas Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara SIk.
Satu lagi, yakni Satgas Nusantara, yang tugasnya mengawasi jalannya pemilihan, seperti melakukan tablik akbar, kampanye damai, itu caranya untuk memanaskan pesta demokrasi. “Ada pertemuan, dengan dikumpulkan seluruh paslon, dengan koordinasi dengan KPU” cetusnya.
Sebanyak 780 anggota kepolisian pun, akan diterjunkan dalam rangka pengmanan Pileg dan Pilpres 2019, masih akan disuaikan dengan situasi, dengan katergori TPS aman, TPS rawan 1 dan 2 dan khusus seperti rumah sakit dan lapas. Dengan kebutuhan dana sekitar 9 milyar, tetapi tergantung situasi.
“Bawaslu pusat dan sinergitas TNI-Polri, akan mengamankan TPS sebanyak 25.222, termasuk TPS statisioner seperti daerah sulit dijangkau dan perairan. Untuk bentuk ancaman dari analisis intelijen tidak sepanas pilkada” tukas Kapolda. (adi)
No Responses