PANGKALPINANG adalah kota yang indah dengan kekayaan alam yang luar biasa, baik kekayaan alam berupa pantai, maupun tambang. Di mana jauh dibawah tanah kota ini terdapat sumber daya alam berupa timah yang jumlahnya sangat banyak.
Hanya saya kekayaan alam tersebut tidak bisa dieksplorasi, sehingga pemimpin kota ini harus bisa berfikir cerdas agar kota ini tetap menjadi yang terdepan. Bersyukur kota ini mendapat kesempatan dipimpin oleh seorang pemuda yang enegik, cerdas, santun dan berani, sehingga dengan segala keterbatasannya kota ini tetap bisa maju dan melakukan pembangunan yang membanggakan.
“Kita memang kaya, tetapi kekayaan yang berada tepat dibawah kota ini tidak bisa dimanfaatkan, karena terbentur undang-undang, sehingga kami harus mempunyai cara lain untuk meningkatkan PAD. Saya bersyukur walikota kita sangat cerdas, sehingga beliau bisa melihat potensi kota ini yang bila dikelola dengan baik dapat menambah penghasilan masyarakat mupun daerah. Salah satunya dengan menjual jasa serta wisata,” ujar Wakil Walikota Pangkalpinang, Muhammad Sopyan BA, Minggu (26/11).
Beranjak dari sana, pak wako dengan dibantu semua ASN mulai mendata semua potensi yang bisa dikembangkan untuk menjadikan Pangkalpinang kota wisata dan jasa. “Sampai akhirnya pak wali mengusulkan pangkal pinang tidak hanya menampilkan wisata alam dan budaya saja, tetapi kota ini juga harus menjadi kota wisata berobat,” imbuhnya.
Untuk mewujudkannya, pak wali mengusulkan agar satu-satunya pantai yang ada dikota ini, dikelola secara maksimal. “Karena panjang pantai kita sangat terbatas, maka kita harus memberi sentuhan agar pantai ini jadi kebih menarik. Atas ide beliau (wako) selanjutnya disepakati untuk memberikan sedikit sentuhan agar Pantai Pasir Padi sebagai miniaturnya Ancol. Saat ini sejumlah pembangunan mulai dilakukan, seperti mambangun arena bermain dan lainnya,” ujar Wawako.
Sedangkan untuk wisata kesehatan, Wawako mengatakan, kalau saat ini pihaknya telah menbangun rumah sakit Green Housepital. Karena pembangunan ini menggunakan APBD Pangkalpinang, maka pembangunannya dilakukan secara bertahap. “Anggaran yang dibutuhkan untuk membangu RS ini sangat besar. Sementara anggaran kita terbatas, makanya untuk saat ini baru 2 gedung yang bisa direalisasikan. Saya harap pak wali bisa berhasil melobi pemerintah pusat sehingga 7 gedung yang ingin dibangun bisa direalisasikan,” jelasnya.
Dijelaskan Wawako Sopyan, apabila rumah sakit ini benar-benar selesai, maka masyarakat disini bisa mendpatkan pelayanan kesehatan yang lengkap, tanpa harus jauh-jauh pergi ke Palembang, Jakarta atau keluar negeri. Karena dengan fasilitas yang lengkap, warga pangkalpinang dapat berobat disini, begitu pula dengan warga dari berbagai daerah dan provinsi lainnya, juga bisa datang kesini untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik, seperti di Penang Malaysia yang banyak didatangi orang untuk berobat.
“Nah kita ingin menjadikan Pangalpinang seperti itu. Karena dengan menjadi kota wisata kesehatan, akan memberikan pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan ekobomi masyarakat maupun PAD,” bebernya.
Sementara itu, Site Engineering Manager PT Nindya Karya, Putra Amantha Hasibuan mengatakan, Green Hospital ini dibangun dengan 7 gedung yang besar. Hanya saja, untuk saat ini baru 2 gedung yang rampung.
“Kita bertanggung jawab untuk bangun dua gedung yakni gedung B 5 lantai dengan luas bangunan masing masing lantai 2400 dan gedung C 4 lantai dengan luas masing masing lantai 1700. Dimana tiap ruangan dikonsep untuk memenuhi standar fasilitas rumah sakit bertarap internasional,” bebernya.
Selain itu, rumah sakit juga sangat ramah lingkungan, selain hemat energi, disini juga akan dilengkapi taman ditiap sudut ruangan, termasuk dibagian paling atas gedung.(del/adv)
No Responses