Palembang- Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat menjadi salah satu pembicara pada seminar Fruitful Business. Dalam seminar yang bertemakan “7 Secrets To A Successful Business” ini, Irwan Hidayat menceritakan perjalanan dibalik suksesnya bisnis perusahaan Sido Muncul.
“Sido Muncul sebagai pioner industri jamu modern harus memiliki visi memberikan manfaat lebih banyak kepada masyarakat dan tidak mengejar keuntungan semata. Upaya untuk memupuk kepercayaan pasar dalam negeri dilakukan melalui Uji Toksisitas dan Uji Khasiat produk dan peran dalam memajukan pariwisata Indonesia melalui iklan produk Sido Muncul,” ujar Irwan Hidayat.
Fruit Business sendiri merupakan seminar tahunan yang diadakan oleh Sekolah Evangelisasi Pribadi (SEP) Shekinah, dengan menghadirkan beberapa tokoh entrepreneur dan eksekutif sukses yang memiliki pengalaman hidup meraih kesuksesan dalam berkarya.
Selain Irwan Hidayat, hadir juga sebagai pembicara: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Rina Ciputra Sastrawinata, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro, dan dimoderatori oleh Andy F Noya.
Sebelum mengakhiri seminar, Irwan Hidayat memberikan sebuah kejutan dengan menyampaikan partisipasi dari Sido Muncul bagi masyarakat Suku Asmat di Papua. Secara simbolis, partisipasi senilai Rp250juta diserahkan Irwan Hidayat kepada Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharjo untuk diteruskan kepada Keuskupan Agats.
Selain itu, Persatuan Distributor Sido Muncul yang juga diwakili oleh Irwan Hidayat turut berpartisipasi dengan menyerahkan simbolis senilai Rp100juta sebagai bentuk kepedulian terhadap para penderita Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat, Papua. Seperti yang diketahui, sejak September 2017 hingga saat ini sedikitnya 67 orang anak meninggal dunia akibat wabah campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua.
Partisipasi Sido Muncul ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama yang sejalan dengan visi perusahaan, yaitu menjadi perusahaan herbal yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui langkah ini, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah penderita campak dan gizi buruk khususnya pada anak di Kabupaten Asmat. (rel)
No Responses