PALEMBANG – Dirjen Bea dan Cukai Sumatera Bagian Timur, Kamis (13/12) sekitar pukul 14.00 WIB, menggelar pemusnahan barang illegal dan berbahaya, seperti minuman keras, senjata illegal, sajam tak mengantongi izin. Dari semua barang ilegal hasil sitaan itu, terdapat sex toy alias alat bantu seks. Diketahui barang-barang ilegal tersebut disita saat hendak masuk melalui jalur darat dan laut, seperi pengirim via pos dan pelabuhan gelap.
Operasi pasar Dirjen Bea dan Cukai Sumsel dilakukan selama tahun 2018. Barang-barang tersebut disita petugas atas dasar barang yang kena cukai atau BKC, seperti tembakau atau rokok serta minuman beralkohol yang menggunakan pita cukai bekas, palsu, bukan peruntukannya, maupun tanpa ikat pita cukai.
Hasil operasi pasar, ada 636 kasus yang telah ditangani yang terdiri dari 176 pelanggaran impor barang kiriman pos yang diantaranya sex toys.Selanjutnya 372 pelanggaran cukai HT, 33 pelanggaran impor umum, 75 pelanggaran impor barang pemumpang. 9 pelanggaran cukai alkohol, lalu 14 pelanggaran alcohol impor.
Dari hasil penyitaan ini, bila dirupiahkan ditaksir senilai Rp 71,88 miliar, sedangkan kerugian negara mencapat Rp 20,55 miliar. Barang dengan kategori barang terlarang dan dibatasi tersebut dimusnahkan dengan persetujuan Kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang Palembang, bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat, industri dalam negeri untuk mematuhi ketentuan pemerintah.
Barang bukti yang dimusnahkan Dirjen Bea dan Cukai Bagian Sumatera Timur, adalah 3,4 juta batang rokok, 2 karton teh, 3 set kompol induksi, total senilai Rp 619 juta dengan kerugian negara 906 juta. Lalu KPPBC TM C Tanjung Pandan, memusnahkan olahan makanan, obat-obatan, kosmetik, alat elektronik, pakaian bekas, rokok, tembakau, dan miras, total Rp 28,6 juta dengan kerugian negara Rp 9,1 juta.
Kepala Dirjen Bea dan Cukai Sumatera bagian Timur M Agus R, mengatakan Sumsel merupakan wilayah distribusi seperti bagi barang-barang, baik jalur darat maupun laut. Sehingga potensi ini kerap digunakan para pelaku untuk menyelundupkan barang tak bercukai yang banyak didominasi rokok, miras, kosmetik hingga alat bantu sek.
“Untuk sex toys ini masuk melalui jalur laut dan darat termasuk melalui PT Pos dikirim dari Batam dan Jatim dan bisa kita cegah dengan menyita setelah mendapatkan laporan dari petugas pos kota Palembang,” ucapnya.
Agus menambahkan, pihaknya akan terus mengawasi barang-barang ilegal dan berbahaya seperti sex toys, karena jika sampai lolos dan ke tangan remaja dan anak-anak dapat membahayakan. (adi)
No Responses