LAHAT - Rasa cemburu buta Sylda Gumeytri (29), terhadap suaminya, berujung kerugian cukup besar. Perempuan yang berprofesi sebagai bidan PTT tersebut, harus kehilangan uang mencapai Rp 110 juta, lantaran diduga ditipu Merdiyanto, dengan modus menjanjikan akan memberikan obat peluntur cinta kepada Sylda.
Sebelum memutuskan mendatangi SPKT Polres Lahat, Senin malam (28/6), Sylda dihubungi Merdiyanto lewat telepon selulernya, Sabtu malam (18/4). Merdiyanto menghembuskan isu kepada Sylda, bahwa suaminya memiliki hubungan spesial dengan seorang perempuan bersuami, dan seorang janda. Mendengar cerita Merdiyanto, warga Kelurahan Lahat Tengah, Kota Lahat itu pun terpancing emosi.
Mengetahui Sylda sudah percaya dengan informasi yang diberikannya, Merdiyanto pun langsung menawarkan jalan keluar, untuk menyelesaikan persoalan rumah tangga yang dihadapi Sylda. Menariknya, Merdiyanto menawarkan sejenis obat dalam bentuk minyak, agar cinta suami Sylda luntur terhadap perempuan yang diceritakannya itu. Namun, Sylda harus membeli minyak dimaksud seharga Rp 4.350.000 dalam bentuk perbotol.
Demi sang suami, Sylda pun menyanggupi penawaran Merdiyanto tersebut. Sejak bulan April lalu, hingga Juni 2016, Sylda terus mentransfer uang ke rekening bank milik Merdiyanto, hingga bila ditotalkan mencapai angka Rp 110.240.000. Setiap kali selesai transfer uang, Sylda diberikan minyak untuk diberikan kepada suaminya, dengan janji Merdiyanto dapat melunturkan cinta suaminya terhadap perempuan lain.
Namun, malang bagi Merdiyanto, aksinya tercium saat suami Sylda menemukan pesan singkat yang dikirim Merdiyanto yang meminta transfer uang lagi, di handphone Sylda. Pasangan suami istri itu sempat terlibat pertengkaran, hingga Sylda menyadari telah menjadi korban penipuan.
Kapolres Lahat AKBP Rantau Isnur Eka SIk, didampingi Paur Humas Ipda Sabar T membenarkan telah menerima laporan dengan nomor LPB/202/VI/2016/SUMSEL RES LAHAT. “Laporan kan baru kami terima, kami masih mendalami. Bila memang ditemukan unsur penipuannya, terlapor akan kami amankan. Masyarakat juga harus hati-hati atas berbagai macam modus penipuan, jangan sampai kelengahan dimanfaatkan pelaku kejahatan. Apalagi kerugian yang dialami tidak sedikit,” katanya. (rif)
No Responses