PALEMBANG –SMAN 10 Palembang membuka ekskul tembak. Ekskul ini menjadi ajang pencarian bibit atlet menembak kalangan pelajar.
Pasalnya Olaraga Airsoftgun kini menjadi pelajaran di ekstrakulikuler (ekskul) siswa, terlebih lagi SMAN 10 Palembang satu-satunya SMA yang memiliki olahraga Airsoftgun di Sumsel. Hal ini untuk menambah pengetahuan dan disiplin pelajar tentang olahraga Airsoftgun yang diketuai oleh Palembang Klub Speed Shooter Sumatera Selatan (Sumsel).
Wachdy Kurnia, Sekretaris Palembang Klub Shoot Speed Shooter mengatakan untuk olahraga Airsoftgun, memang pihaknya diundang untuk melatih siswa SMAN 10 Palembang. “Adanya olaraga menembak sebagai kegiatan Ekskul, maka dengan mudah untuk mencari bibit yang berbakat dan berprestasi. Nantinya mereka inilah yang akan mengharumkan kota Palembang di tingkat Nasional maupun internasional,” katanya.
Apalagi kota Palembang memiliki bakat menembak di kalangan pelajar terutama di pelajar SMAN 10 sendiri, adanya wadah tentu pelajar bisa mengembangkan bakat mereka. “Kita pun merasa bangga dengan siswa SMA Negeri 10 Palembang, karena dalam kurun waktu dua bulan mereka sudah bisa meraih juara dalam even-even yang diadakan di kota Palembang seperti internal exhibition mereka dapat juara 1 untuk AA IPSC dan Juara 1 untuk Air Riffle 10 Meter,” jelasnya.
Tak cuma itu, peserta didik di SMAN 10 Palembang juga sering ikut berpartisipasi dalam event HubDam Kodam II Sriwijaya. “Saat ini perkembangan olahraga Airsoftgun khususnya tembak reaksi di Indonesia terus berkembang meski tak pesat. Untuk senjata memang kita pinjamkan dulu, dengan masing-masing dua jenis yaitu pistol dan revolver,” ungkapnya.
Bedanya, pistol ada yang semiotomatis dan otomatis menggunakan magazin peluru. Sedangkan revolver tidak otomatis menggunakan silinder untuk peluru berisi 5, 6 atau 8 peluru (seperti punya cowboy). “Senjata yang digunakan itu adalah replika senjata api yang dirancang sedemikian rupa sehingga menyerupai aslinya kecuali mekanisme. Powernya pun berasal dari gas Co. Bullets umumnya memakai mimis atau bola besi yang berukuran 4,5 dan 6 mm yang disebut gotri,” bebernya.
Kepala SMA Negeri 10 Palembang Fir Azwar mengatakan ide awal mengadakan ekskul olahraga menembak ini bermula dari pemikiran akan besarnya potensi menembak kalangan pelajar di Palembang. Langkah inilah yang coba dipelopori pihaknya untuk berusaha mencari bibit baru untuk atlet menembak. “Saat ini kita menggandeng pihak Perbakin. Untuk eksibisi pertama ada 100 siswa, dan syukur sudah terjaring 13 diantaranya untuk menjadi atlet. Harapan kita tentu olahraga menembak bukan dijadikan sebagai ajang pemar saja, melainkan siswa bisa meningkatkan rasa displin tinggi dan kecerdasan emosional siswa,” pungkasnya. (roi)
No Responses