PRABUMULIH - Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Irma Suryani SE mengajak, masyarakat Kota Prabumulih berperan aktif mensukseskan program keluarga berencana dengan menghindari pernikahan dini dan melahirkan di usia muda.
Sebab kata anggota Fraksi Partai Nasdem ini, melahirkan diusia muda dapat menyebabkan kematian bagi ibu dan bayi. “usia muda dibawah 21 tahun, rahim itu belum siap dan belum kuat sehingga beresiko tinggi daan dapat menyebabkan kematian baik bagi ibu maupun anak yang dikandung,” ujar Irma dalam acara sosialisasi program pengendalian penduduk bersama mitra kerja, di Kelurahan Prabumulih Kota Prabumulih, Rabu (14/11).
Sementara pernikahan dini kata Irma, juga rentan terjadi perceraian lantaran secara psikologis mental belum siap. “Namanya juga usia dini, tentu mentalnya belum siap jika terbentur persoalan bisa ribut dan ujung-ujungnya bercerai,” tandasnya.
Tak hanya itu, Irma juga mengajak masyarakat, agar menata jarak kelahiran agar keluarga menjadi sejahtera. “idealnya lima tahun hanya boleh ada satu balita, jika itu dilakukan tentu kehidupan menjadi tertata dan sejahtera,” bebernya.
Sementara, Kepala Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan Kota Prabumulih, H Ibrahim Cik Ading SH mengaku, siap mensukseskan program pengendalian penduduk.
Namun kata Ibrahim, saat ini pihaknya terkendala kekurangan petugas penyuluh lapangan keluarga berencana. “Petugas lapangan sebenarnya masih kurang, saat ini PPL KB berstatus PNS baru empat orang untuk PKB baru 21 orang ini karena pegawai pusat,” ungkapnya.
Terkait itu, Ibrahim berharap agar Irma Suryani selaku anggota DPR RI dapat memperjuangkan penambahan PPL KB jika ada penerimaan PNS. “harapan kami kiranya kalau ada penambahan formasi pegawai dapat diprioritaskan,” tandasnya. (abu)
No Responses