PRABUMULIH - Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Irma Suryani SE mengatakan, jika suatu negara memiliki jumlah penduduk yang terlalu banyak dapat menyebabkan negara menjadi miskin.
“Kalu penduduk kita terlalu banyak, maka negara kita bisa miskin pak seperti India banyak nian penduduknya China itu lebih dari satu miliar, India itu mendekati satu miliar nah nomor tigo Indonesia 260 juta (penduduk) kurang lebih,” ujar Irma dalam acara sosialisasi program pengendalian penduduk bersama mitra kerja di Desa Karang Agung Kecamatan Pagar Gunung Kabupaten Lahat, Sabtu (13/10).
Oleh karena itu, sambung Irma, agar pertumbuhan penduduk di Indonesia tidak seperti India dann China, pemerintah gencar mensosialisasikan program pengendalian penduduk melalui program keluarga berencana.
“Jangan sampai seperti chino dan india, kenapa? sekarang ini saja sudah susah mencari pekerjaan apalagi kalau jumlah penduduknya banyak,” ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem ini sembari mengatakan tahun 2030 mendatang Indonesia akan mendapatkan bonus demografi.
Lebih lanjut Irma mengatakan, agar dapat bersaing dalam mendapatkan pekerjaan remaja harus memiliki skill dan pendidikan tinggi. “Kalau kita memiliki keahlian dan pendidikan kita bisa bersaing,” tandasnya.
Sementara, Ruslan Abdul Gani, perwakilan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Kabupaten Lahat menuturkan, keluarga berencana sudah tidak asing dimasyarakat.
Namun masih banyak masyarakat yang belum tahu tujuan dari KB.
“Masyarakat tahunya KB itu hanya untuk membatasi penduduk, jadi pengertian kita sangat umum selama ini. Intinya memang seperti itu untuk jangka waktu tertentu,” ungkapnya.
Karena itulah, sambung Ruslan, pihaknya gencar menyosialisasikan program KB. “Melalui KB kita akan meningkatkan kualitas penduduk dan juga kuantitas atau jumlah penduduk,” bebernya. (abu)
No Responses