PALEMBANG - Seorang bocah kelas lima Sekolah Dasar Negeri (SDN) 232 Palembang diketahui bernama Danil (10) tenggelam di perairan Sungai Musi. Dia dinyatakan tenggelam saat bermain di atas ketek di Dermaga 7 Ulu, Palembang, kemarin, sekitar pukul 11.00 WIB.
Sampai berita ini diturunkan Tim SAR Basarnas Kota Palembang masih melakukan pencarian di lokasi tempat tenggelamnya korban. Belum diketahui pasti nasib warga Jalan DI Panjaitan, Lorong Budiman, Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju itu.
Aldo (10), rekan korban, mengatakan kejadian berawal saat dia bersama Daniel bermain di perahu ketek yang bersandar di Dermaga 7 Ulu. Saat bermain, tiba-tiba ketek goyang karena dihantam ombak sungai.
“Mungkin dia (korban) tidak berpegangan, jadi terjatuh ke sungai, Pak,” ujar Aldo saat diwawancarai awak media di lokasi kejadian.
Aldo mengungkapkan, korban sempat muncul ke permukaan air dan beteriak minta tolong. “Mau saya tangkap tapi tidak sampai, Pak. Lalu dia langsung hilang, sampai sekarang belum ditemukan,” ungkap bocah yang duduk kelas empat SD ini.
Sementara itu, ibu kandung korban Murni (75) mengatakan tidak mengetahui pasti kejadian yang menimpa anaknya. Hanya saja, ketika sedang bekerja di rumah makan, dirinya diberitahu tetangganya bahwa korban tenggelam.
“Saya langsung pulang ke rumah dan datang ke sini (TKP) untuk memastikan kabar itu. Ternyata memang benar, anak ketiga saya tenggelam,” ujarnya.
Sebelum tenggelam, lanjut Murni, korban berpamitan dengannya untuk pergi bersama Aldo ke kawasan 7 Ulu. “Dia minta uang Rp2 ribu, katanya mau pergi ke 7 Ulu. Sempat saya larang pak, tapi tetap pergi sambil membawa buku dan pena,” ungkapnya.
Terpisah, Danru Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Palembang Kemas Ismail membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan usai menerima laporan dari warga terkait adanya bocah yang tenggelam, pihaknya langsung melakukan pencarian.
“Kita lakukan penyisiran di lokasi awal korban tenggelam dengan menggunakan dua speedboat. Kita tidak lakukan penyelaman, karena arus bawah Sungai Musi cukup deras. Jadi tidak efektif dan membahayakan anggota kita,” pungkasnya. (adi)
No Responses