BANYUASIN - Stand Kecamatan Banyuasin III menampilkan musik tradisional, khas Desa Tanjung Beringin pada saat festival Sembilang di Banyuasin II belum lama ini. Upaya ini untuk memperkenalkan musik kelentangan, dikarenakan belum dikenal luas oleh masyarakat di Banyuasin.
Kepala Desa Tanjung Beringin Honian M Yazid mengatakan, irama musik kelentangan dihasilkan dari suara kayu pilihan yang ditabuh. Kayu itu beralaskan pohon pisang, masing-masing kayu mempunyai suara berbeda.
“Kelentangan kita lestarikan kembali, supaya keberadaannya jangan hilang. Sekarang penabuhnya dominan nenek-nenek, mudah-mudahan kedepan anak-anak muda,” ungkap dia, Minggu (11/11/18) kemarin.
Honian mengaku berterima kasih dengan Camat Banyuasin III, telah memberikan ruang bagi promosi musik kelentangan. “Kami harapkan kelentangan ini masuk dalam data kebudayaan asli Kabupaten Banyuasin. Dewan Kesenian Daerah dan Disporapar Banyuasin, kita harapkan memberikan perhatian khusus agar lestari,” harap dia.
Sementara itu, Camat Banyuasin III Dra Yuni Khairani MSi menyatakan, selain menampilkan musik kelentangan, stand Banyuasin III juga menampilkan berbagai kreatifitas PKK desa. “Kita beri ruang semua desa untuk unjuk gigi, baik dari sisi kesenian maupun kreativitas unggulan lainnya,” singkat dia. (myd)
No Responses