Palembang - Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menginginkan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2017 hanya menggunakan kuota 3 pemain asing dengan komposisi 2+1. Artinya, dari tiga pemain asing tersebut minimal harus ada satu yang berasal dari Asia. Jika benar kuota tersebut diterapkan, berarti dari empat pemain asing Sriwijaya FC musim 2016 lalu, satu diantaranya harus out (keluar).
Empat pemain asing Sriwijaya FC tersebut adalah Beto Goncalves, Mauricio Leal, Hilton Moreira dan Yu Hyun Koo. Beto merupakan striker utama dan berhasil menyabet gelar topskor ISC 2016 dengan koleksi 25 gol. Hilton bermain sebagai penyerang sayap dan mencetak 9 gol. Yu Hyun beroperasi di lini tengah, sedangkan Mauricio seorang stopper.
Manajemen Sriwijaya FC sebelumnya bertekad mempertahankan seluruh pemain asingnya. Tetapi jika nanti keputusan PSSI mengharuskan tiga pemain asing (2+1), artinya harus satu pemain yang dipaksa keluar.
Dari segi komposisi dan keseimbangan tim, nama yang paling mungkin harus angkat kaki dari tim Laskar Wong Kito mengarah ke Hilton Moreira. Pemain asal Brasil ini memiliki peran paling kecil ketimbang dua pemain asing (Beto dan Leal) lainnya di Sriwijaya FC. Sementara Hyun Koo karena asal Asia (Korsel) posisinya akan aman.
Para pemain asing Sriwijaya FC saat ini sedang menjalani liburan, Hilton masih berada di Brasil. Sebelum meninggalkan Indonesia, Hilton sempat berujar ingin tetap di Sriwijaya FC. ”Bahkan kalau bisa saya pensiun di sini,” ucap Hilton kala itu.
Mengenai informasi kuota pemain asing, manajemen Sriwijaya FC sama sekali enggan berspekulasi lebih jauh. Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid menyatakan soal kompetisi masih belum jelas.
Dikarenakan kongres tahunan federasi sepakbola Tanah Air PSSI di Hotel Aryaduta Bandung, Minggu (8/1) dipimpin langsung Ketua Umum (Ketum) Edy Rahmayadi masih bersifat koordinasi saja. Faisal menyatakan kepastian kompetisi LSI atau kompetisi kasta tertinggi ditetapkan pada tanggal 26 Maret 2017.
”Belum ada pembahasan detail soal kompetisi. Hari ini juga sifatnya hanya koordinasi saja kepada semua klub yang hadir,” kata Faisal saat dihubungi.
Disinggung soal aturan main kompetisi baik jumlah kuota pemain asing serta siapa penyelenggara liga nantinya, Faisal kembali menjelaskan, baru ada ketetapan kompetisi menggunakan format satu wilayah.
”Kemarin ada yang sepakat 2+1 dan 3+1 pemain asing. Tapi belum ada kepastian jelas soal kompetisi. Sebab agenda masih umum dan menyeluruh soal sepakbola kita,” ungkapnya.
Menurut pria asal Padang ini, kedepan pastinya akan ada undangan selanjutnya membahas soal kompetisi yang lebih khusus bukan dalam bentuk kongres tahunan. “Mungkin setelah host dibentuk oleh PSSI baru semua klub dipanggil untuk membahas regulasi LSI. Ini saja rapatnya sudah berakhir. Artinya tidak ada lagi pembahasan lain terlebih khusus soal kompetisi,” tandasnya. (kie)
No Responses