Martapura - Ribuan santri TK-TPA dalam naungan BKPRMI Kecamatan Belitang Madang Raya, OKU Timur, peringati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriah di Desa Yosowinangun yang jatuh pada hari Selasa (11/9/18). Para santri yang didampingi oleh orang tua dan ustadz/ustadzah mengikuti sejumlah kegiatan berupa pawai dan berbagai lomba yang bernuansa islami.
Menurut Ketua Pelaksana Nur Alim, kegiatan ini sengaja digelar untuk memperkuat tali silaturahmi antara santri, wali santri dan ustadz/ustadzah TK-TPA se- Kecamatan Belitang Madang Raya. Dengan demikian diharapkan akan terjalin keakraban dan pemahaman yang sama dalam rangka pembinaan generasi Islam.
Diketahui, kegiatan silaturahmi santri TK-TPA se- Kecamatan Belitang Madang Raya kali ini merupakan kegiatan yang kedua belas kalinya dengan lokasi yang berbeda-beda dalam setiap tahunnya. Namun, baru tahun ini kegiatan tersebut diubah waktunya dengan bertepatan momentum Tahun Baru Islam.
“Tahun-tahun sebelumnya selalu dilakukan pada akhir bulan Desember. Namun mulai tahun ini, kita laksanakan bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam. Semoga kegiatan yang pendanaannya bersifat swadaya ini mampu menyemarakkan syiar Tahun Baru Islam, sekaligus memotivasi para orang tua untuk terus memperhatikan pendidikan agama anak-anaknya,” ujar Pembina TK-TPA Kecamatan Belitang Madang Raya, Drs. Supriyanto.
Pihak Pemkab OKU Timur pun mengapresiasi kegiatan tersebut. Camat Belitang Madang Raya, melalui Sekretaris Camat, menilai kegiatan ini sangat positif dalam rangka pembinaan generasi umat Islam di kabupaten ini.
“Saya yakin dengan kegiatan seperti ini ke depan umat Islam sebagai kelompok mayoritas dapat berkontribusi maksimal bagi pembangunan bangsa terutama di Kabupaten OKU Timur yang kita cintai ini”, ujarnya.
Sementara salah satu tamu undangan sekaligus tokoh peduli pendidikan asal OKU Timur, Solehun, M. Pd, merasa takjub dengan kegiatan tersebut. “Saya merasa salut dan takjub menyaksikan kegiatan ini. Bayangkan, dengan biaya mandiri saja, kegiatan bisa seramai ini. Semua ini tentu tidak terlepas dari besarnya semangat dan kepedulian masyarakat di sini dalam persoalan pendidikan anak-anaknya”, ujar Solehun.
Dia menambahkan, semangat dan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan merupakan aset berharga yang harus terus dipelihara dan dibina. Pendidikan, sebut dia, merupakan investasi jangka panjang yang sangat efektif untuk mewujudkan kemajuan suatu bangsa ataupun daerah.
“Berbicara pendidikan, di dalamnya juga ada pendidikan keagamaan seperti ditemukan pada pendidikan TK/TPA. Pendidikan ini sangat menunjang untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia,” terangnya. (Cw07)
No Responses