JAKARTA - ?Perwakilan dari Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Polri, menyambangi kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, kemarin. Ini berkaitan melihat adanya rekaman video Freddy Budiman soal keterlibatan penegak hukum dalam peredaran narkoba.
Beredar kabar video itu dibuat sendiri oleh Freddy, beberapa saat sebelum gembong narkoba tersebut dieksekusi mati. “Tim berangkat ke Kantor Kementerian Hukum dan HAM, tepatnya ke Direktorat Lapas koordinasi supaya mendapat akses melihat video itu,” ucap Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar, Selasa (23/8).
Jenderal bintang dua ini menambahkan maksud kedatangan tim gabungan ke Dirjen PAS yakni sebagai bentuk proaktif untuk bisa melihat video tersebut. “Kami proaktif, dan melakukan semuanya sesuai prosedur antar lembaga. Sinyal untuk menonton dan mengcopy video sesaat sebelum Freddy dieksekusi sudah ada?,” tambahnya.
?Diketahui, selain bercerita pada Haris, Freddy juga membuat testimoni dalam bentuk rekaman. Rekaman video ini telah diserahkan ke petugas Lapas Nusakambangan sebelum dia dieksekusi.
Ketua TGPF Polri, Komjen Dwi Priyatno beberapa waktu lalu mengatakan video itu sudah ada di tangan Dirjen PAS. Tim berharap bisa menyaksikan video itu. “Video ada di Dirjen PAS, sudah disana. Kami harap bisa nonton bersama untuk penanganan kasus,” tambah Dwi, Sabtu (20/9).
Sebagaimana diketahui, Polri telah membentuk tim investigasi untuk membuktikan kebenaran dari testimoni Freddy pada Haris di Nusakambangan pada 2014 silam. Tim terdiri dari 18 orang baik dari unsur internal seperti Kadivkum, Kadivporpam, Paminal, Humas maupun eksternal Polri yakni masyarakat sipil seperti Hendardi, Effendi Gazali, hingga Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti dengan ketua tim yakni Irwasum Polri, Komjen Dwi Priyatno. (elf/JPG)
No Responses