EMPAT LAWANG –
Sudah setahun lebih pelajar dan guru SMP Negeri 7 Tebing Tinggi menempati gedung sekolah baru mereka yang berlokasi di Padang Ajan Kelurahan Kupang Kecamatan Tebing Tinggi, namun hingga kini masih juga terkendala ketiadaan sumber air bersih.
Alhasil, untuk mengisi bak kamar toilet, baik guru maupun pelajar harus rela berjalan menyusuri tebingan untuk mengambil air di aliran sungai yang jaraknya kurang lebih 100 meter. Belum lagi medan jalan menuju aliran sungai yang harus ditempuh yakni berupa tebingan, cukup menguras tenaga dan rawan tergelincir.
“Jadi, pagi-pagi bak toilet kita penuhi dulu. Ya namanya sekolah pengguna toilet pun tentunya banyak, sehingga harus bolak balik ke sungai buat mengisi kembali air bak,” terang Kepala SMP Negeri 7 Tebing Tinggi, Asmawati, S.Pd ditemui Rabu (12/9).
Sementara untuk dibuatkan sumur galian, lokasi sekolah tidak cocok sehingga memerlukan sumur bor. Dan itupun tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit di tengah keterbatasan yang dimiliki pihak sekolah.
“Paling dalam waktu dekat kita sediakan tedmon untuk menampung air dalam jumlah banyak. Jadi tidak harus bolak-balik terus ke sungai,” terangnya.
Di sisi lain tak hanya ketersediaan air bersih, SMP Negeri 7 Tebing Tinggi juga masih membutuhkan sejumlah pemambahan infrastruktur sekolah. Diantaranya, ruang kelas belajar mengajar. “Setidaknya butuh tiga ruang kelas lagi. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar ada yang berlangsung di perpustakaan lantaran kekurangan ruang,” ungkapnya.
Selain itu, tambahnya, SMP yang berdiri tahun 2016 ini juga belum memiliki ruang khusus Guru. Sehingga, sementara menempati ruang Tata Usaha (TU), yang sekaligus berfungsi sebagai perpustakaan. “Juga Mushola, belum ada. Kami berharap kedepan kebutuhan sarana dan prasarana SMP Negeri 7 Tebing Tinggi dapat terpenuhi. Karenanya kami sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah,” harapnya. (CW08)
No Responses